RSS

Category Archives: Jaringan

Virtual Box di Ubuntu

 
Apa itu Virtualbox ? virtualbox adalah suatu program yang dibuat oleh innotex (http://www.innotek.de) yang bekerja untuk mem-virtual-kan suatu kondisi tertentu (dalam hal ini adalah sistem operasi) di dalam suatu sistem operasi yang telah ada. Sebenarnya selain VirtualBox masih ada program lain yang berfungsi sama, sebut saja VMWare, Parralel, Qemu,dll. Tetapi untuk kali ini penulis hanya akan membahas tentang VirtualBox.

Di UBUNTU untuk menginstall VirtualBox bisa dilakukan dengan menggunakan fasilitas Add/Remove Application atau dengan menggunakan fasilitas Synaptic Package Manager. Atau bisa juga dengan men-download programnya pada link yang terdapat di bagian bawah tulisan ini. Sebagai gambaran bagaimana wujud dan bentuk dari program VirtualBox ini disaat bekerja, penulis tampilkan screenshoot dari layar komputer penulis : (catatan:klik pada gambar untuk memperbesar)

Sebagaimana gambar diatas, Windows XP SP 2 berjalan mulus pada Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon sebagai Host. Windows XP yang berjalan pada Ubuntu dapat mengakses semua Peripherial yang ada pada laptop penulis (USB Port, LAN, CD-Rom) dengan sempurna. Dengan kata lain, kita seperti bekerja dengan 2 komputer.

Bagi teman-teman yang mungkin saat ini (setelah melihat screenshoot diatas) ingin mencicipi yang namanya VirtualBox, silahkan install melalui :

  • Add / Remove Applications (terdapat pada section Other)
  • Synaptic Package Manager (gunakan “virtualbox”pada kolom search. ingat, tanpa tanda petik)
  • Download dari link yang tersedia di bagian bawah tulisan ini

Dan setelah installasi selesai, silahkan klik 2x pada icon Innotex VirtualBox. dan untuk memudahkan teman-teman saat pertama kali menggunakan VirtualBox, penulis sajikan (share) screenshoot dari layar penulis, (catatan: klik pada gambar untuk memperbesar)

Gb.1 Virtual Box SetupGb.2 Describe your New Machine

Define the MemoryCreating Virtual Space in your Harddisk

  • Pada gambar diatas, Gambar pertama kita bisa lihat bahwa pertama kali kita jalankan VirtualBox, kita akan langsung di pandu untuk mensetting VirtualBox. (bagaimana ??? cukup user friendly kan ternyata linux itu ? )
  • setelah kita mengklik “Next” maka kita akan langsung masuk ke tahap pemberian “nama machine” dan tipe OS dari mesin kita nanti. untuk nama, anda bisa bebas menentukan akan anda namakan dengan apa virtual machine anda nanti. dan untuk type OS, harap di samakan dengan OS yang akan anda Install ke-dalam VirtualBox nanti. Bila anda ingin menginstall Windows XP, maka pilihlah Windows XP pada pilihan System Operasi.
  • klik-lah “Next” setelah anda selesai memberi nama dan menentukan tipe OS anda, maka anda akan masuk ke area dimana anda harus menentukan seberapa besar memory yang akan anda alokasikan untuk Virtual Machine anda. mohon di perhatikan, memory di sini sangat berpengaruh terhadap kinerja komputer. baik komputer Host maupun Guest. alokasi memory yang terlalu kecil akan membuat Virtual Machine anda keteteran dalam menjalankan tugasnya, demikian pula sebaliknya, alokasi memory yang terlalu besar akan membuat komputer Host yang kedodoran. Idealnya, alokasikanlah memory untuk Virtual Machine dengan rentang 256mb – 512mb. setelah itu klik “Next” untuk masuk ke tahap selanjutnya.
  • pada tahapan ini anda harus menentukan seberapa besar kapasitas Hardisk yang akan anda gunakan untuk Virtual Machine anda nanti, apabila sebelumnya anda belum mendefinisikannya, ditandai dengan tulisan <no hardisk>, buatlah dengan menekan tombol “New”. Anda akan di bawa ke tahap seperti pada gambar di bawah ini :
Gb.1. setting Hardisk Virtual MachineGb.2 setting Hardisk Virtual Machine
Gb.3 Setting Hardisk Virtual Machine
  • pada gambar 1 diatas adalah informasi bahwa anda memasuki fasilitas hardisk wizard. tekan “Next” untuk melanjutkan.
  • anda akan memasuki tahap seperti gambar.2 diatas, dimana anda di hadapkan pada pilihan, Dynamic expanding image, atau Fixed-size image. Bila anda memilih pilihan pertama, maka Virtual box akan mengalokasikan hardisk sesuai yang kita tentukan nanti pada tahap selanjutnya, sesuai dengan perkembangan. Dalam artian, image dari Hardisk nanti di awali dengan ukuran sekecil mungkin dan akan berkembang seiring seberapa banyak program yang anda install di dalam Virtual Machine anda nanti, tetapi tidak akan lebih besar dari yang telah anda tentukan. Tetapi bila anda memilih pilihan yang ke 2 yaitu Fixed-size image, maka VirtualBox akan mengalokasikan seluruh alokasi hardisk yang telah anda tentukan untuk digunakan sebagai image dari virtual machine. perbedaan ini berpengaruh kepada kecepatan akses, Fixed-size akan lebih cepat dalam performance, tetapi kerugiannya adalah hardisk kita udah di plot sebesar yang kita tentukan. penulis cenderung untuk merekomendasikan opsi yang ke 2. Setelah itu klik “Next” untuk ke tahap berikutnya.
  • pada gambar 3, kita diminta untuk menentukan seberapa besar kapasitas hardisk kita yang akan digunakan untuk virtual machine nanti, dan angka yang di recomended-kan adalah tidak lebih kecil dari 10Giga atau dengan kata lain untuk bekerja dengan baik, virtual machine memerlukan kapasitas hardisk minimal sebesar 10 Giga.

Gb.5 setting up VirtualBox

Setelah anda menentukan besarnya kapasitas hardisk dilanjutkan dengan menekan tombol “Next” maka selanjutnya anda sampai di akhir setting VirtualBox ditandai dengan adanya Summary dari VirtualBox tentang apa yang telah anda Setting. Dan bila anda telah yakin silahkan tekan tombol Finish untuk mengakhirinya. Sampai dengan tahap ini anda telah selesai mensetting VirtualBox dan siap untuk anda gunakan.
Pada saat pertama kali anda tekan tombol power pada VirtualBox mungkin anda akan menemui pesan error “permission denied bla bla bla… ” yang intinya kita harus memastikan bahwa user harus memiliki hak untuk memakai Virtual Box. Gak usah bingung, solusinya adalah : System ->Administration -> User and Group, trus klik pada bagian Manage Group dan scroll kebawah cari vboxusers, klik property dan centang siapa saja user yang berhak memakai Virtual Box, setelah itu restart dan VirtualBox anda siap untuk di gunakan.
Contoh gambar untuk setting user Virtualbox
Gb.1 Fixing Error VirtualBox 

Gb.1 Fixing Error VirtualBox
Anda perlu trik khusus untuk dapat mengakses USB di Virtual Box, caranya :
kalau saat anda mencoba untuk mengakses USB muncul pesan Error: Could not load the Host USB Proxy Service (VERR_FILE_NOT_FOUND). The service might be not installed on the host computer. Editlah file /etc/init.d/mountdevsubfs.sh dengan perintah sudo gedit /etc/init.d/mountdevsubfs.sh (jangan lupa untuk menggunakan perintah sudo dan hilangkan tanda pagar (#) pada bagian 

#
      # Magic to make /proc/bus/usb work
      #
      #mkdir -p /dev/bus/usb/.usbfs
      #domount usbfs “” /dev/bus/usb/.usbfs -obusmode=0700,devmode=0600,listmode=0644
      #ln -s .usbfs/devices /dev/bus/usb/devices
      #mount –rbind /dev/bus/usb /proc/bus/usb

Kemudian Save & Exit. Selanjutnya editlah file /etc/udev/rules.d/40-permissions.rules dengan perintah

sudo gedit /etc/udev/rules.d/40-permissions.rules
cari bagian : 

      # USB devices (usbfs replacement)
      SUBSYSTEM==”usb_device”, MODE=”0664″

dan ganti menjadi :

      # USB devices (usbfs replacement)
      SUBSYSTEM==”usb_device”, GROUP=”vboxusers”, MODE=”0664″

Restart komputer dan VirtualBox siap untuk digunakan.

Download Innotek VirtualBox
 
 

Backtrack Network Setting

Setting IP secara Static

caranya:
ketik “ifconfig eth0 192.168.1.2/24″ ->setting IP dan subnet
ketik “route add default gw 192.168.1.1″ -> setting gateway
ketik “echo nameserver 192.168.1.1 > /etc/resolve.conf” -> sett dns
untuk memastikan ketik ifconfig

 

Setting IP DHCP pada Backtrack

Biasanya backtrack akan men set network secara dhcp tapi kalau ngga berhasil caranya gini:
setting IP secara DHCP.
caranya:
ketik “dhcpd eth0″
(untuk eth0 ini tergantung dari lan card yang lo gunain)
untuk memastikan ketik ifconfig

 
Leave a comment

Posted by on April 24, 2011 in Backtrack, Linux

 

Hacking Wireless Membobol MAC Address Filtering with backtrack

http://kanjengprabu.wordpress.com

Membobol MAC Address Filtering:

1.Jalankan Live CD Distro Linux BalckTrack2, masukkan username “root”, lalu masukkan password “toor”.

2.Setelah muncul prompt, ketikkan “startx”.

3.Setelah muncul desktop environment KDE, klik tombol “K” (di pojok kiri bawah). Pilih BackTrack  Radio Network Analysis -> 80211  Analyser  Kismet.

4.Lalu muncul window “Select Network Device”, pilih “wifi0”. Klik “OK”.

5.Muncul tampilan Kismet, secara otomatis Kismet akan mencari wireless client yang sedang aktif. Bila ditemukan wireless client yang aktif tetapi tidak terhubung dengan jaringan, maka akan muncul pesan “ALERT: Suspicious client 00:02:6F:37:08:20 – probing networks but never participating.”

6.Bila Kismet berhasil menemukan Access Point yang aktif, maka akan muncul pesan “Found IP 192.168.2.1 for slamet::00:0E:2E:C2:2C:0E via ARP”. Keterangan: slamet -> nama SSID

7.Tutup Kismet, lalu buka console untuk menjalankan tools scanning yang lain, yakni airodump.
Keterangan:
Bila kita menggunakan program scanning yang lain, biasanya program pertama akan membuat driver wireless kita “rusak”. Untuk dapat digunakan pada program yang kedua, kita perlu memperbaiki driver tersebut (dimatikan lalu dihidupkan kembali).

8.Cara memperbaiki driver, ketik:
#airmon-ng -> untuk mengecek interface yang tersedia.
Matikan driver “ath0” dan “ath1” dengan mengetik:
#airmon-ng stop ath0
#airmon-ng stop ath1 -> bila interface ath1 ada.

9.Mengaktifkan driver yang baru, ketik:
#airmon-ng start wifi0

10.Bila diketikkan perintah #iwconfig , maka muncul informasi “ath0” sudah aktif dengan Mode=Monitor.

11.Berikutnya, ketik #airodump-ng ath0

12.Dengan demikian maka kesimpulan bahwa dengan airodump mendapatkan hasil scanning MAC Address Client yang lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan Kismet. Tetapi Client IP Address tidak bisa didapatkan, kecuali menggunakan Kismet.

13.Kita juga dapat menggunakan program K-MAC(atau anda bisa merubah MAC Address melalui regedit) yang di-install pada windows untuk merubah MAC-Address Wireless kita menjadi MAC-Address salah satu client yang terdaftar pada MAC Address Filtering.

14.Yang perlu dilakukan adalah mencari informasi MAC-Address client dengan mengunakan Kismet atau airodump, catat MAC-Address tersebut, lalu jalankan K-MAC di windows dan ubah MAC-Addressnya.

15.Setelah restart komputer/laptop anda, dan mulai berinternet gratis deh…

 
Leave a comment

Posted by on April 24, 2011 in Backtrack, Linux

 

Bikin Email dengan Domain Pribadi

# Tutor ini dibuat hanya untuk sekedar mengulang / membagi pengetahuan tentang pembuatan email dengan domain sendiri memanfaatkan Mail Exchanger Server Google.

# Jika Anda punya domain sendiri dengan Hosting juga sendiri (gratis / bayar), lebih keren rasanya jika punya akun email dengan domain sendiri daripada email dengan domain milik web lain. *narsis dikit*

# Tutor ini ditujukan 99,99 % bagi yang belum tahu cara membuat akun email dengan domain sendiri ( nama@domainanda.tld)

[ Content ]

Mempunyai akun email di mail server besar seperti Gmail / Yahoo / Hotmail, memang hampir setiap orang memilikinya. Namun apabila kita daftar di akun email tersebut, kadang alamat email yang kita inginkan sudah ada orang lain yang terlebih dahulu mendaftar, jadinya keinginan tadi tinggal kenangan. Nah… bagaimana kalo kita tetap ngebet ingin punya alamat email “premium” dengan kata seperti admin, contact, info, no-reply, me dan sebagainya yang biasa digunakan oleh situs-situs besar untuk melayanani user ?. Yap… semua itu bisa diwujudkan dengan memanfaatkan Gmail dari layanan Google Apps. Sebenarnya Google Apps punya beberapa layanan yang menarik seperti Google Calender, Docs, Groups, Sites, Video dan tentunya Gmail yang akan dijadikan target Mail Server ini.

Bikin email sendiri pake layanan email dari Web Hosting sebenarnya juga bisa, tapi lebih baik apabila resource dan bandwidht Hosting di hemat apalagi yang kapasitasnya pas-pasan. Gmail telah menyediakan kapasitas Email yang begitu besar (7 GB) untuk dipakai lewat pemanfaatan MX (Mail Exchanger) Servernya, Interface email yang lebih baik daripada yang dipake di Web Hosting, dan ditambah apabila nantinya Hosting bermasalah kita tetap bisa mengakses email dengan domain sendiri dibanding jika memakai layanan email dari Web Hosting.

Langsung aja yoo dan Lets Try……..

1. Pertamax, tentunya sediain domain pribadi sebagai domain email kita. Contoh : jhezer.web.id

2. Loncat ke http://google.com/a/cpanel/domain/new

3. Nah di sini masukin url Blog di form “Enter your domain name”. Contoh lagi : jhezer.web.id (gak pake www),trus pilih opsi Administrator dan lanjut ke “Get Started”.

Hide «

sign up 300x176 Bikin Email dengan Domain Pribadi

4. Sama seperti rutinitas bikin email baru, isi form yang penting-penting aja (*) dan Continue.

5. Trus selanjutnya disuruh ngisi username, password dan captcha. Di isi yoo dengan pilihan masing-masing, tapi biasanya username “admin” jadi pilihan utama dan klik Accept Continue with setup.

Hide «

daftar2 300x187 Bikin Email dengan Domain Pribadi

6. Untuk Proses verifikasi, kayaknya lebih enak milih Upload html file yang dikasih ke Hosting.

7. File html yang dikasih biasanya dengan nama “googlehostedservice.html” plus dengan kode unik yang diberikan Om Gugel.

Hide «

upload html 300x105 Bikin Email dengan Domain Pribadi

8. Pindah dulu sebentar ke Cpanel Web Hosting *tentunya login dulu* dan Upload file tersebut ke Hosting pake file manager / sejenisnya, biasanya diupload dalam folder “public_html” ,sebelumnya file tersebut dibikin dulu di notepad / text editor lain, trus isi dengan kode unik yang diberikan dan simpan file dengan nama “googlehostedservice.html”. (jendela Cpanel jangan ditutup dulu yoo).

Hide «

upload html hosting 300x157 Bikin Email dengan Domain Pribadi

9. Balik ke Google Apps lagi dan klik I’ve completed the steps above.

10. Nunggu bentar , skip aja untuk launch guide dan Dasboard Google Apps akan muncul, trus pilih Active Email.

Hide «

email aktif Bikin Email dengan Domain Pribadi

11. Langkah selanjutnya diminta untuk merubah MX Entry / Record di Web Hosting dengan memilih salah satu dari daftar berikut :

ASPMX.L.GOOGLE.COM.

ALT1.ASPMX.L.GOOGLE.COM.

ALT2.ASPMX.L.GOOGLE.COM.

ASPMX2.GOOGLEMAIL.COM.

ASPMX3.GOOGLEMAIL.COM.

ASPMX4.GOOGLEMAIL.COM.

ASPMX5.GOOGLEMAIL.COM.

Balik lagi ke Cpanel Web Hosting dan pilih MX Entry / Record dan isikan Form MX Record dengan salah satu dari daftar diatas, biasanya yang dipake  “ASPMX.L.GOOGLE.COM.” karena menurut Om Gugel yang ini lebih diutamakan, dan Update / Save.

Hide «

mx record edit Bikin Email dengan Domain Pribadi

12. Ngungsi lagi ke Google Apps untuk sekedar klik I’ve completed these step tunggu dulu sampai diaktifasi *bisa chat / maen game dulu* biasanya dari pengalaman cukup nunggu beberapa jam / lebih *kalo beruntung* untuk proses ini. (defaultnya 48 jam).

Hide «

email aktif loading1 Bikin Email dengan Domain Pribadi

13. Nunggu…Nunggu…..Ehh… ternyata udah diaktifin, tinggal login deh sesuai user dan pass yang dibikin tadi.

Hide «

login Bikin Email dengan Domain Pribadi

14. Cek apakah udah bener-bener aktif dengan mencoba kirim email ke akun lain. Kalo berhasil… Selesai dah bikin email dengan domain sendiri. Gampang kan…

[ Closing ]

Catt :

Akun email bisa ditambah sampai 50 akun, cukup dengan Create New Users di Dasboard Google Apps. Login ke Akun Email : http://mail.google.com/a/*domain anda*/

Kalo bingung silahkan kontak : admin@jhezer.web.id / me@jhezer.web.id (sampel email dengan domain sendiri) icon smile Bikin Email dengan Domain Pribadi atau kalau JhezeR lagi online YM buzz aja di jhez3r@yahoo.com

 
 

Tutorial NMAP

sumber: http://jhezer.web.id/

Tutorial NMAP – Mungkin bagi para hacker, tool ini merupakan salah satu yang harus dikuasai dan sering digunakan karena tool ini simple dan ampuh yang digunakan untuk mengetahui host, service, sistem operasi yang digunakan oleh sistem yang akan dimasuki. Tetapi kita memepelajari ini bukan untuk menjahili orang lain dan merusak sistem orang lain, mungkin hanya untuk pengetahuan yang harus dipelajari untuk digunakan secara positif.

Nmap merupakan sebuah tool yang sudah sangat terkenal ,saking terkenalnya bahkan digunakan oleh sebuah film yang sangat terkenal. Ya siapa yang tidak tahu film Matrix Reloaded ,kalau anda teliti di akhir film itu Trinity menggunakan nmap untuk membobol sistem komputer tenaga listrik darurat yang membuat bangga pembuat tool ini yaitu Fyodor. Ya Fyodor bangga karena Matrix satu-satunya film holywood yang menggunakan metode membobol yang sungguhan tidak seperti Swordfish atau Hackers yang tidak Pernod menunjukkan cara sungguhan. Tetapi sekali lagi saya peringatkan jangan menggunakannya pada system oranglain karena itu perbuatan ilegal dan melanggar hukum yang bisa membuat anda dipenjara.

1.Instalasi Nmap

Nmap yang merupakan singkatan dari Network Mapper merupakan tools para hacker yang digunakan untuk melakukan pemetaan suatu jaringan. Dengan Nmap dapat diketahui, komputer atau host mana yang aktif dan kira-kira dapat di eksploitasi lebih lanjut. Nmap tersedia di berbagai sistem operasi mulai dari Unix, Linux hingga Windows. Anda dapat mendownload di http://www.nmap.org atau http://www.insecure.org/nmap. Pada tulisan ini kami pergunakan Nmap dengan sistem operasi Windows. Namun demikian kami tidak menggunakan versi grafis melainkan versi text atau command line, sehingga instruksi atau command line yang sama dapat Anda lakukan pada sistem operasi lainnya seperti Linux, Unix dan keluarganya. Instalasi Nmap versi windows sangat mudah, yang Anda harus lakukan adalah sebagai berikut:

1. Install Winpcap versi 2.1-beta atau versi yang lebih baru dari http://winpcap.polito.it/, yaitu WinPcap_3_0.exe (versi yang dipakai ketika tulisan ini dibuat)
2. Reboot
3. Download file program Nmap dari http://www.nmap.org , yaitu nmap-3.45-win32.zip (versi ketika tulisan ini dibuat)
4. Unzip file tersebut menggunakan Winzip atau utility dekompresi lainnya.

2.Memulai Nmap
Sebelum memulai, sebaiknya Anda perlu mengetahui fasilitas apa yang tersedia dari Nmap. Untuk itu Anda dapat memulai dengan melihat option yang tersedia. Untuk mengetahui option yang tersedia dari Nmap, cukup memanggil Helpnya sebagai berikut:

C:\>nmap -h

Nmap V. 3.00 Usage: nmap [Scan Type(s)] [Options]

Some Common Scan Types (‘*’ options require root privileges)

* -sS TCP SYN stealth port scan (default if privileged (root))

-sT TCP connect() port scan (default for unprivileged users)

* -sU UDP port scan

-sP ping scan (Find any reachable machines)

* -sF,-sX,-sN Stealth FIN, Xmas, or Null scan (experts only)

-sR/-I RPC/Identd scan (use with other scan types)

Some Common Options (none are required, most can be combined):

* -O Use TCP/IP fingerprinting to guess remote operating system

-p ports to scan. Example range: ’1-1024,1080,6666,31337′

-F Only scans ports listed in nmap-services

-v Verbose. Its use is recommended. Use twice for greater effect.

-P0 Don’t ping hosts (needed to scan http://www.microsoft.com and others)

* -Ddecoy_host1,decoy2[,…] Hide scan using many decoys

-T
General timing

policy

-n/-R Never do DNS resolution/Always resolve [default: sometimes

resolve]

-oN/-oX/-oG Output normal/XML/grepable scan logs to

-iL Get targets from file; Use ‘-’ for stdin

* -S /-e Specify source address or network

interface

–interactive Go into interactive mode (then press h for help)

–win_help Windows-specific features

Example: nmap -v -sS -O http://www.my.com 192.168.0.0/16 ’192.88-90.*.*’

SEE THE MAN PAGE FOR MANY MORE OPTIONS, DESCRIPTIONS, AND EXAMPLES

C:\

Cara yang paling sederhana untuk mengetahui apakah sebuah komputer atau host aktif atau tidak aktif adalah dengan menggunakan perintah ping sebagai berikut:

C:\>ping server1

Pinging server1 [128.1.10.25] with 32 bytes of data:

Reply from 128.1.10.25: bytes=32 time<10ms TTL=128

Reply from 128.1.10.25: bytes=32 time<10ms TTL=128

Reply from 128.1.10.25: bytes=32 time<10ms TTL=128

Reply from 128.1.10.25: bytes=32 time<10ms TTL=128

Ping statistics for 128.1.10.25:

Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),

Approximate round trip times in milli-seconds:

Minimum = 0ms, Maximum = 0ms, Average = 0ms

C:\>

Hasil reply di atas menunjukkan bahwa host server1 sedang aktif alias tidak mati. Jika hostnya sedang tidak aktif alias mati hasilnya adalah sebagai berikut:

C:\>ping 192.168.1.95

Pinging 192.168.1.95 with 32 bytes of data:

Request timed out.

Request timed out.

Request timed out.

Request timed out.

Ping statistics for 192.168.1.95:

Packets: Sent = 4, Received = 0, Lost = 4 (100% loss),

Approximate round trip times in milli-seconds:

Minimum = 0ms, Maximum = 0ms, Average = 0ms

C:\>

Nah yang menjadi masalah dan bikin pusing adalah bagaimana jika Anda (hacker) ingin mencari tahu apakah ada host yang aktif dalam sebuah network perusahaan tertentu yang terhubung ke internet. Jika network perusahaan tersebut merupakan network kelas C maka jumlah host maksimalnya adalah 256 host. Jadi jika harus menggunakan perintah ping satu per satu, berapa kali Anda harus mengetikkan perintah ping tersebut ? Wah, tentu saja membutuhkan waktu yang lama dan tentu saja bikin pusing dan males. Nmap memberikan solusi yang cepat. Misalnya Anda ingin memeriksa apakah ada host yang aktif pada network kelas C dengan nomor IP 192.168.1.91 s/d 192.168.1.100 Maka Anda dapat memeriksa dengan perintah sebagai berikut:

C:\> nmap -sP 192.168.1.91-100

Starting nmap 3.45 ( http://www.insecure.org/nmap ) at 2003-09-26 15:40

SE Asia

Standard Time

Host NARUTO (192.168.1.91) appears to be up.

Host SASUKE (192.168.1.92) appears to be up.

Host SAKURA (192.168.1.93) appears to be up.

Host NEJI (192.168.1.94) appears to be up.

Host LEE (192.168.1.96) appears to be up.

Host KIBA (192.168.1.97) appears to be up.

Host COUJI (192.168.1.98) appears to be up.

Host ADMINISTRASI (192.168.1.100) appears to be up.

Nmap run completed — 10 IP addresses (8 hosts up) scanned in 9.880

seconds

C:\>

Perhatikan hasil Nmap di atas bahwa dari 10 host yang discan ternyata hanya ditemukan 8 host yang aktif, IP 192.168.1.95 dan IP 192.168.1.99 tidak ditemukan atau tidak aktif atau mungkin memang tidak ada.Mudah saja bukan.
Option –sP merupakan salah satu type scanning dari Nmap berbasis ICMP, dimana umumnya dipergunakan untuk melakukan ping terhadap sejumlah IP sekaligus. Harap diperhatikan bahwa –sP bersifat case sensitive. Jika anda menggunakan –sp maka perintah tersebut tidak dikenal.
Pada umumnya server-server web publik yang baik selalu berada dibelakang firewall, sehingga biasanya proses ping dapat diblokir apabila melewati router atau firewall tersebut, akibatnya Anda tidak dapat mendeteksi apakah server web tersebut aktif atau tidak. Untuk itu diperlukan teknik lainnya untuk memastikan apakah server web tersebut dalam kondisi hidup atau tidak. Perhatikan contoh hasil ping pada server web yang berada di belakang firewall berikut ini:

C:\>ping webserver

Pinging webserver [128.1.7.13] with 32 bytes of data:

Request timed out.

Request timed out.

Request timed out.

Request timed out.

Ping statistics for 128.1.7.13:

Packets: Sent = 4, Received = 0, Lost = 4 (100% loss),

Approximate round trip times in milli-seconds:

Minimum = 0ms, Maximum = 0ms, Average = 0ms

C:\>

Nmap dapat dipergunakan untuk menyiasati masalah diatas yaitu dengan melakukan scanning terhadap port yang terbuka dari host target. Jika host yang menjadi target pemeriksaan adalah server web, maka umumnya akan membuka port 80 http. Dengan memanfaatkan port 80, maka Anda dapat mendeteksi apakah host target tersebut dalam keadaan hidup atau mati.

C:\> nmap -sP -PT80 128.1.7.13

Starting nmap 3.45 ( http://www.insecure.org/nmap ) at 2003-09-26 16:42

SE Asia

Standard Time

Host webserver (128.1.7.13) appears to be up.

Nmap run completed — 1 IP address (1 host up) scanned in 3.890 seconds

C:\>

Option –PT80 menunjukkan port yang akan dimanfaatkan adalah port 80. Default dari Nmap adalah port 80, jadi sebenarnya Anda dapat mencantumkan –PT saja untuk menunjukkan proses scanning melalui port 80.

Selanjutnya Anda dapat pula menguji coba untuk port umum lainnya. Misalnya jika host yang menjadi target Anda adalah mail maka Anda dapat menguji dengan port 25 (SMTP) atau port 110 (POP3), demikian seterusnya.

3.Port Scanning

Port scanning adalah proses koneksi ke port-port TCP atau UDP pada host yang menjadi target untuk menentukan service apa yang sedang berjalan (Listening). Dengan mengidentifikasi port-port yang listening ini Anda dapat menentukan jenis aplikasi dan sistem operasi apa yang dipergunakan pada host tersebut. Service yang dalam status listening ini memungkinkan orang yang tidak berhak menerobos ke dalam host tersebut.

Untuk mengetahui port apa saja yang listening dari sebuah host dapat menggunakan cara sebagai berikut:

C:\> nmap -sS 128.1.71.103

Starting nmap V. 3.00 ( http://www.insecure.org/nmap )

Interesting ports on (128.1.71.103):

(The 1589 ports scanned but not shown below are in state: closed)

Port State Service

7/tcp open echo

9/tcp open discard

13/tcp open daytime

17/tcp open qotd

19/tcp open chargen

80/tcp open http

135/tcp open loc-srv

139/tcp open netbios-ssn

443/tcp open https

445/tcp open microsoft-ds

1026/tcp open LSA-or-nterm

1031/tcp open iad2

Nmap run completed — 1 IP address (1 host up) scanned in 5 seconds

C:\>

Option –sS merupakan salah satu type scanning dari Nmap yaitu TCP SYN scan yang dipergunakan untuk mendeteksi port apa saja yang terbuka. Teknik ini sering disebut Half Open scan karena dalam melakukan evaluasi terhadap port tidak membuka hubungan komunikasi TCP/IP secara penuh. Artinya secara teknis komputer yang Anda pergunakan untuk mendeteksi port tersebut akan mengirimkan paket SYN ke host target. Jika SYN|ACK paket dikirim balik, berarti port tersebut tertutup. Setelah memperoleh paket balasan, komputer Anda akan menjawab dengan paket RST untuk me-reset hubungan yang hampir terjadi tersebut (itu sebabnya disebut half Open). Teknik ini hampir tidak terdeteksi oleh host target yang tidak secara maksimal mencatat aktifitas portnya. Istilah kerennya –sS adalah stealth scan atau scan yang tidak terdeteksi.

Untuk melakukan scan port tertentu dapat menggunakan option –p sebagai berikut:

C:\>nmap -sS -p 21,23,25,53,80,110 adminristek

Starting nmap 3.45 ( http://www.insecure.org/nmap ) at 2003-09-30 14:50 SE

Asia

Standard Time

Interesting ports on adminristek (128.1.9.81):

PORT STATE SERVICE

21/tcp open ftp

23/tcp open telnet

25/tcp open smtp

53/tcp closed domain

80/tcp open http

110/tcp closed pop-3

Nmap run completed — 1 IP address (1 host up) scanned in 1.590 seconds

C:\>

Perhatikan bahwa terdapat port 53 yang sedang tidak terbuka alias close.

Lebih Jauh tentang Jenis Port Scanning pada Nmap

Setiap pengelola sistem memiliki strategi pengamanan yang berbeda-beda. Untuk itu cara-cara yang telah dijelaskan di atas mungkin tidak selalu dapat diterapkan. Nmap sendiri memberikan beberapa teknik port scanning untuk menghadapi “medan” tempur yang berbeda-beda. Untuk itu terkadang dibutuhkan latihan dan kreatifitas yang tinggi bagi Anda yang ingin menembus sistem pertahanan lawan tanpa diketahui pemiliknya (Oops, kami tidak menyarankan apalagi memprovokasi Anda lho). Diatas telah diperkenalkan beberapa option dari Nmap yang merupakan teknik scan. Berikut ini teknik scan lanjutan yang dapat Anda manfaatkan sesuai dengan medan tempur yang ada:

a. TCP connect scan -sT

Jenis scan ini terhubung ke port host target dan menyelesaikan three-way handshake (SYN, SYN/ACK dan ACK) Scan ini mudah terdeteksi oleh pengelola host target.

b. TCP SYN Scan -sS

Teknik ini dikenal sebagai half-opening scanning karena suatu koneksi penuh tidak sampai terbentuk. Suatu paket SYN dikirimkan ke port host target. Bila SYN/ACK diterima dari port host target, maka Anda dapat mengambil kesimpulan bahwa port tersebut dalam status listening. Jika RST/ACK Anda terima, biasanya menunjukkan bahwa port tersebut tidak listening. Suatu RST/ACK akan dikirim oleh mesin yang melakukan scanning sehingga koneksi penuh tidak akan terbentuk. Teknik ini bersifat siluman dibandingkan dengan TCP koneksi penuh dan tidak akan tercatat pada log host target.

c. TCP FIN scan –sF

Teknik ini mengirimkan suatu paket FIN ke port host target. Berdasarkan RFC 793, host target akan mengirim balik suatu RST untuk setiap port yang tertutup. Teknik ini hanya dapat dipakai pada stack TCP/IP berbasis Unix.

d. TCP Xmas tree scan -sX

Teknik ini mengirimkan suatu paket FIN, URG dan PUSH ke port host target. Berdasarkan RFC 793, host target akan mengembalikan suatu RST untuk semua port yang tertutup.

e. TCP Null scan -sN

Teknik ini membuat off semua flag. Berdasarkan RFC 793, host target akan mengirim balik suatu RST untuk semua port yang tertutup.

f. TCP ACK scan -sA

Teknik ini digunakan untuk memetakan set aturan firewall. Hal ini sangat membantu Anda dalam menentukan apakah firewall yang dipergunakan adalah simple packet filter yang membolehkan hanya koneksi penuh saja (koneksi dengan bit set ACK) atau suatu firewall yang menjalankan advance packet filtering.

g. TCP Windows scan -sW

Teknik ini dapat mendeteksi port-port terbuka maupun terfilter/tidak terfilter pada sistem-sistem tertentu seperti pada AIX dan Free BSD sehubungan dengan anomali dari ukuran windows TCPnya.

h. TCP RPC Scan -sR

Teknik ini spesifik hanya pada sistem Unix dan digunakan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi port RPC dan program serta nomor versi yang berhubungan dengannya

i. UDP Scan -sU

Teknik ini mengirimkan suatu paket UDP ke port host target. Bila port host target memberikan response pesan berupa “ICMP port unreachable” artinya port ini tertutup. Sebaliknya bila tidak menerima pesan tersebut, Anda dapat menyimpulkan bahwa port tersebut terbuka. Karena UDP dikenal sebagai connectionless protocol, maka akurasi teknik ini sangat bergantung pada banyak hal sehubungan dengan penggunaan jaringan dan sistem reources lainnya.

Apapun teknik port scan yang akan Anda pergunakan, Anda perlu berhati-hati dalam menggunakan terhadap host target. Tindakan Anda melakukan port scanning ke host target yang bukan wewenang Anda dapat saja menimbulkan reaksi yang mungkin tidak Anda duga sebelumnya dari pengelola host target seperti serangan balik, pemblokiran terhadap acount oleh ISP dan sebagainya. Jadi sebaiknya Anda menguji coba pada sistem Anda sendiri.

3.Mendeteksi Sistem Operasi

Cara klasik mendeteksi sistem operasi host tertentu sebenarnya dapat dilakukan dengan cara menggunakan telnet sebagai berikut:

#telnet hpux.u-aizu.ac.jp

Trying 163.143.103.12 …

Connected to hpux.u-aizu.ac.jp.

Escape character is ‘^]’.

HP-UX hpux B.10.01 A 9000/715 (ttyp2)

login:

Pengelola sistem komputer yang pengalaman tentu saja tidak akan memberikan banner sistem operasi dengan begitu saja dan biasanya fasilitas banner tersebut mereka memodifikasi atau dihilangkan. Jika hal tersebut terjadi, Anda dapat mencoba dengan cara lain misalnya melalui service yang terbuka semisal FTP sebagai berikut:

# telnet ftp.netscape.com 21

Trying 207.200.74.26 …

Connected to ftp.netscape.com.

Escape character is ‘^]’.

220 ftp29 FTP server (UNIX(r) System V Release 4.0) ready.

SYST

215 UNIX Type: L8 Version: SUNOS

Namun demikian, semua yang default sekali lagi biasanya diubah oleh pengelola sistem komputer. Untuk itu maka umumnya para hacker langsung memanfaatkan Nmap !

Untuk mendeteksi sistem operasi dari host target, sebenarnya Anda dapat menganalisa dari hasil port scanning di atas. Apabila Anda menemukan port 139 dan 135 terbuka, maka besar kemungkinan bahwa host target adalah Windows NT. Windows NT umumnya listen pada port 135 dan 139. Berbeda dengan listen pada windows 95/98 yang hanya listen pada port 139. Aktifnya beberapa port di sistem Unix juga dapat mencirikan jenis sistem operasi tersebut.

Penggunaan option –O diperuntukan untuk mendeteksi jenis sistem operasi, sebagai berikut:

C:\> nmap -O ristbook

Starting nmap V. 3.00 ( http://www.insecure.org/nmap )

Interesting ports on ristbook (128.1.71.103):

(The 1589 ports scanned but not shown below are in state: closed)

Port State Service

7/tcp open echo

9/tcp open discard

13/tcp open daytime

17/tcp open qotd

19/tcp open chargen

80/tcp open http

135/tcp open loc-srv

139/tcp open netbios-ssn

443/tcp open https

445/tcp open microsoft-ds

1026/tcp open LSA-or-nterm

1031/tcp open iad2

Remote operating system guess: Windows Millennium Edition (Me), Win 2000,

or Win XP

Nmap run completed — 1 IP address (1 host up) scanned in 2 seconds

C:\>

Berikut ini contoh untuk hasil pada sistem operasi Linux:

C:\> nmap -O adminristek

Starting nmap 3.45 ( http://www.insecure.org/nmap ) at 2003-09-26 18:01

SE Asia

Standard Time

Interesting ports on adminristek (128.1.9.81):

(The 1646 ports scanned but not shown below are in state: closed)

PORT STATE SERVICE

21/tcp open ftp

23/tcp open telnet

25/tcp open smtp

79/tcp open finger

80/tcp open http

98/tcp open linuxconf

113/tcp open auth

139/tcp open netbios-ssn

513/tcp open login

514/tcp open shell

1984/tcp open bigbrother

Device type: general purpose

Running: Linux 2.1.X|2.2.X

OS details: Linux 2.1.19 – 2.2.25, Linux 2.2.19 on a DEC Alpha

Nmap run completed — 1 IP address (1 host up) scanned in 12.020 seconds

C:\>

Berikut ini contoh untuk hasil pada sebuah Cisco 1750:

C:\> nmap -sS -O 128.1.8.5

Starting nmap 3.45 ( http://www.insecure.org/nmap ) at 2003-09-30 15:18

SE Asia

Standard Time

Interesting ports on 128.1.8.5:

(The 1655 ports scanned but not shown below are in state: closed)

PORT STATE SERVICE

23/tcp open telnet

79/tcp open finger

Device type: router|switch

Running: Cisco IOS 11.X

OS details: Cisco switch/router with IOS 11.1(7)-11.2(8.10), Cisco

Router/Switch

with IOS 11.2

Nmap run completed — 1 IP address (1 host up) scanned in 30.160 seconds

C:\>

Jika host target hanya membuka port 80 (http), maka kita dapat mensiasati dengan port scanning melalui port tersebut sebagai berikut:

C:\>nmap -PT80 -O webserver

Starting nmap 3.45 ( http://www.insecure.org/nmap ) at 2003-09-26 18:55

SE Asia

Standard Time

Interesting ports on webserver (128.1.7.13):

(The 1647 ports scanned but not shown below are in state: closed)

PORT STATE SERVICE

25/tcp open smtp

80/tcp open http

135/tcp open msrpc

139/tcp open netbios-ssn

445/tcp open microsoft-ds

1027/tcp open IIS

1433/tcp open ms-sql-s

1503/tcp open imtc-mcs

1720/tcp open H.323/Q.931

3372/tcp open msdtc

Device type: general purpose

Running: Microsoft Windows 95/98/ME|NT/2K/XP

OS details: Microsoft Windows Millennium Edition (Me), Windows 2000

Professional

or Advanced Server, or Windows XP

Nmap run completed — 1 IP address (1 host up) scanned in 7.520 seconds

 
Leave a comment

Posted by on April 23, 2011 in Jaringan, komputer, Linux

 

Command Dasar Linux

sumber: http://echo.or.id/
Berikut merupakan perintah-perintah konsole dasar untuk melihat, mengeksekusi, dan memanipulasi file/directory di Linux :

ls
untuk menampilkan isi dari sebuah direktori seperti perintah dirdi DOS. Anda dapat menggunakan beberapa option yang disediakan untuk mengatur tampilannya di layar. Bila Anda menjalankan perintah ini tanpa option maka akan ditampilkan seluruh file nonhidden(file tanpa awalan tanda titik) secara alfabet dan secara melebar mengisi kolom layar.

dir
sama juga dengan ls, yaitu untuk menampilkan file dalam suatu directory.
cd /
adalah perintah untuk masuk ke dalam suatu directory. Perintah ini sama dengan yang biasa kita pakai di DOS.
misalnya : cd /home/byroe
Artinya : masuk ke dalam folder “home” yang berada di bawah user “byroe”

1. Perintah diatas juga dapat diketikan :
cd /home (Enter)
cd byroe

2. Perintah untuk keluar dari directory yang sedang aktif :
cd\ ; (Enter)

mkdir
adalah perintah untuk membuat directory, dan sama dengan md di DOS.
1. membuat folder dalam suatu directory yang sedang aktif.
Misalnya : mkdir data
Artinya : Membuat folder yang bernama “data” yang disimpan pada directory yang sedang aktif.

2. membuat folder pada directory untuk user lain.
Misalnya : jika ingin membuat folder yang bernama “data” di bawah user lain, misalnya saja nama
user-nya “byroe”, maka perintahnya akan berbeda.
kita masuk dulu ke directory “home” yang berada di bawah user “byroe” dengan perintah :
cd /home
cd byroe (Enter)
ketik : sudo mkdir data
jika dimintai pasword : masukan password yang dipakai login.

cp
adalah perintah untuk meng-copy.
1. Meng-copy file :
cp –copy (1)
/home/byroe/Latihan (2)
/linux.odt (3)
/home/byroe/data/ (4)

Keterangan :
1. — copy : adalah perintah untuk meng-copy file.
2. menyatakan directory tempat file berada.
3. merupakan nama file yang akan di copy.
4. tempat directory tempat meletakan file yang di-copy.

2. Meng-copy folder beserta file-nya :
cp -r (1)
/home/byroe/Latihan (2)
/home/byroe/data/ (3)

Keterangan :
1. -r : adalah perintah untuk meng-copy folder beserta file-nya.
2. menyatakan directory folder yang akan di copy.
3. menyatakan directory untuk meletakan folder di copy.

mv
Untuk memindahkan file dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Bila argumen yang kedua berupa sebuah direktori maka mv akan memindahkan file ke direktory tersebut. Bila kedua argumen berupa file maka nama file pertama akan menimpa file kedua. Selain memindahkan, perintah ini juga dapat digunakan untuk me-rename.

1. memindahkan file:
mv /home/byroe/Latihan
1 2
/per_cobaan.odt /home/byroe/data/
3 4

Keterangan :
1. mv : adalah perintah untuk memindahkan file.
2. menyatakan directory tempat file berada.
3. merupakan nama file yang akan dipindahkan.
4. tempat /directory tempat meletakan file yang dipindahkan.

2. me-rename file :
mv /home/byroe/Latihan
1 2
/percobaan.odt
3
/home/byroe/Latihan
4
/per_cobaan.odt
5

Keterangan :
1. mv : adalah perintah untuk me-rename file.
2. menyatakan directory tempat file berada.
3. nama file yang akan di-rename
4. tempat directory tempat meletakan file yang di-rename.
5. nama file yang baru.

rm
Untuk menghapus file dan secara default rm tidak menghapus direktory. Gunakan secara hati-hati perintah ini terutama dengan option -r yang secara rekursif dapat mengapus seluruh file.
Misalnya:
rm /home/byroe/data/percobaan.odt
Keterangan : Hapus file “percobaan.odt”, yang terletak dalam directory “data” yang dimiliki oleh user “byroe”.

rmdir
menghapus suatu directory. Dengan catatan gunakan perintah ini, jika anda sudah yakin kalau directory dalam keadaan “empty”.
Menghapus directory pada user yang sedang aktif.
misalnya : User yang aktif adalah “byroe”.
Perintahnya :
rmdir /home/byroe/data/per_cobaan/

Keterangan : untuk menghapus folder “per_cobaan” dimana folder dalam keadaan kosong.
Gunakan perintah ini, jika directory dalam keadaan berisi.
Perintahnya :
rm -r /home/aan/data/percobaan/

Keterangan :
-r : untuk menghapus folder “percobaan” beserta dengan isinya.

3. menghapus directory pada user lain, melalui user yang sedang aktif. Gunakan perintah ini, jika anda sudah yakin kalau directory dalam keadaan “empt”.

misalnya : folder yang dihapus berada dalam user byroe.
Perintahnya :
cd /home/byroe (Untuk masuk ke user byroe setelah itu tekan enter).
sudo rmdir [nama_folder]

chmod
Digunakan untuk menambah dan mengurangi ijin pemakai untuk mengakses file atau direktory. Anda dapat menggunakan sistem numeric coding atau sistem letter coding. Ada tiga jenis permission/perijinan yang dapat dirubah yaitu r untuk read, w untuk write dan x untuk execute.

Numeric Coding
Permission untuk user, group dan other ditentukan dengan menggunakan kombinasi angka-angka.
Misalnya : chmod 777 /home/byroe/Latihan/file.odt

Keterangan :
chmod 777
Adalah untuk mmberi ijin baca, tulis, dan eksekusi untuk owner, group, dan other untuk “file.odt”.

Letter Coding
Digunakan untuk memberi permission kepada masing-masing u (user), g (group), o (other) dan a (all) dengan hanya memberi tanda plus (+) untuk menambah ijin dan tanda minus (-) untuk mencabut ijin.
Misalnya : chmod ug+rx file.odt

Keterangan :
Chmod ug+rx
Adalah memberikan ijin baca dan eksekusi file “file.odt” kepada owner dan group.

chown
Digunakan mengganti owner dari suatu file atau directory.
Misalnya :
sudo chown root:root /home/byroe/Latihan/file.odt
1 2 3 4 5

Keterangan :
1. sudo : untuk perintah masuk sebagai root.
2. chown : untuk mengubah kepemilikan
3. root : menyatakan user.
4. root : menyatakan group.
5. direktory yang menyatakan letak file “file.odt”.

passwd
Digunakan untuk mengganti password root. Anda akan selalu diminta mengisikan password lama dan selanjutnya akan diminta mengisikan password baru sebanyak dua kali.

su -
Untuk login sementara sebagai user lain. Bila user ID tidak disertakan maka komputer menganggap Anda ingin login sementara sebagai super user atau root. Bila Anda bukan root dan user lain itu memiliki password maka anda harus memasukkan passwordnya dengan benar. Tapi bila Anda adalah root maka Anda dapat login sebagai user lain tanpa perlu mengetahui password user tersebut.

Locate
untuk mencari path file atau directory.
Misalnya :
locate ‘Command di linux.odt’
1 2

Keterangan :
1. locate: merupakan perintah.
2. merupakan nama file yang dicari.

pwd
Untuk mengetahui posisi directory yang sedang aktif

ps aux
untuk melihat proses-proses yang sedang berjalan.

kill
Untuk mematikan proses yang sedang berjalan.
Misalnya : kill 5511

Keterangan : Adalah untuk mematikan proses yang ke 5511

df
Untuk mengetahui informasi tentang media penyimpanan.

tar -xzvf
untuk mengekstrak file dalam format *.tar atau *.tar.gz

Misalnya :
tar -xzvf /media/sda5/Software\
1 2
/data/xampp-linux-1.6.4.tar.gz -C /opt/
3

Keterangan :
1. nama media tempat file yang diekstrak
2. nama file yg akan diektrak
3. tempat file diletakan, setelah di ekstrak.

tar -xjvf
Untuk mengekstrak file dalam format *.bz2

start
Adalah perintah untuk menjalankan servis.
Misalnya : sudo /opt/lampp/lampp start

Keterangan : Adalah perintah untuk menjalankan service dari xampp.

stop
Adalah perintah untuk menghentikan servis.
Misalnya : sudo /opt/lampp/lampp stop
Keterangan : Adalah perintah untuk menghentikan service dari xampp.

Meng-archieve file ke format : tar, tar.bz2, tar.gz
Archieve *.tar :
~/Latihan di Linux $ tar -cjf byroe.tar.bz2 byroe.odt
1 2 3 4

Keterangan :
1. Folder tempat data yang di-archive disimpan
2. Perintah untuk meng-archive ke dalam format (.tar.bz2)
3. Nama file baru yang di-archive, beserta formatnya
4. Nama file yang yang akan di-archive

Arcieve *.tar.bz2 :
~/coba_archive$ tar -cjf coba.tar.bz2 test/
1 2 3 4

Keterangan :
1. Folder tempat data yang di-archive disimpan
2. Perintah untuk meng-archive ke dalam format (.tar.bz2)
3. Nama file baru yang di-archive, beserta formatnya
4. Nama folder yang yang akan di-archive

Archieve *.tar.gz :
~/coba_archive$ tar -cf coba.tar test/
1 2 3 4

Keterangan :
1. Folder tempat data yang di-archive disimpan
2. Perintah untuk meng-archive ke dalam format (.tar)
3. Nama file baru yang di-archive, beserta formatnya
4. Nama folder yang yang akan di-archive. (berlaku juga untuk file)

man
Untuk menampilkan manual page atau teks yang menjelaskan secara detail bagaimana cara penggunaan sebuah perintah. Perintah ini berguna sekali bila sewaktu-waktu Anda lupa atau tidak mengetahui fungsi dan cara menggunakan sebuah perintah.

Shutdown
Perintah ini untuk mematikan sistem. Pada beberapa sistem anda bisa menghentikan komputer dengan perintah shutdown -h now dan merestart sistem dengan perintah shutdown -r now atau dengan kombinasi tombol Ctr-Alt-Del.

tail
Untuk menampilkan 10 baris terakhir dari suatu file. Default baris yang ditampilkan adalah 10 tapi Anda bisa menentukan sendiri berapa baris yang ingin ditampilkan.
Perintahnya : tail [jumlah baris] [file file ….]

talk
Untuk mengadakan percakapan melalui terminal. Input dari terminal Anda akan disalin di terminal user lain, begitu sebaliknya.

mount
Perintah ini akan me-mount filesystem ke suatu direktori atau mount-point yang telah ditentukan. Hanya superuser yang bisa menjalankan perintah ini.

Misalnya :
mount -t ntfs /dev/sda1 /media/Data
Atau
mount -t fat32 /dev/sda2 /media/System

Keterangan :
Ntfs / Fat32 : menyatakan format hardisk
/dev/sda2/media/nama_media: menyatakan nama direktory atau mount-point-nya .

umount
Adalah kebalikan dari perintah mount, yaitu untuk meng-unmount filesystem dari mount-pointnya. Setelah perintah ini dijalankan direktory yang menjadi mount-point tidak lagi bisa digunakan. Penulisannya hampir sama dengan mount, yaitu tinggal mengganti kata mount dengan umount.

who
Untuk menampilkan siapa saja yang sedang login. Perintah ini akan menampilkan informasi mengenai login name, jenis terminal, waktu login dan remote hostname untuk setiap user yang saat itu sedang login.

alias
Digunakan untuk memberi nama lain dari sebuah perintah.
Misalnya : alias dir = ls

Keterangan :
Digunakan apabila ingin perintah ls dapat juga dijalankandengan mengetikkan perintah dir.

Unalias
Adalah kebalikan dari perintah alias, dimana perintah ini akan membatalkan sebuah alias.

melihat penggunaan perintah dasar –> #man
contoh : #man ls #man mv #man scp #man rm

menampilkan isi file perlayar % –> #more
contoh : #more catatan.sh

menampilkan isi file paling atas –> #head
contoh : #head catatan.sh

menampilkan isi file paling bawah –> #tail
contoh : #tail catatan.sh

membuat direktori baru –> #mkdir
contoh : #mkdir laporan

membuat direktori sekaligus beserta turunannya
contoh : #mkdir -p laporan/juli/2007

menghapus direktori –> #rmdir
contoh : #rmdir laporan

*menghapus direktori sekaligus beserta turunannya
contoh : #rm -rf laporan

*memindahkan file –> #mv
contoh : #mv catatan.sh /home/denot

*mengganti / merubah nama file –> #mv
contoh : #mv catatan.sh tulisan.sh

*menyalin / mengcopy file –> #cp
contoh : #cp catatan.sh /home/denot

*menyalin / mengcopy folder –> #cp -rf
contoh : #cp -rf laporan /home/denot

*menyalin / copy file dijaringan –> #scp
contoh : #scp boneka.jpg 192.168.0.20:/home/nisa

*menyalin / copy folder dijaringan –> #scp -r
contoh : #scp -r laporan 192.168.0.20:/home/nisa

*melihat kapasitas memori yang dipakai –> #du
contoh : #du -h gambar.jpg

*merubah direktori aktif –> #cd
absolute path [nama direktori]
contoh : #cd laporan
relative path ../../../
contoh : #cd laporan/juli/2007

*membuat file baru (file kosong) –> #touch
contoh : #touch coba1
buat sekaligus #touch coba1 coba2 coba3

*menuliskan kedalam file –> #echo
contoh : #echo “nama saya” >> /dataku/catatan.sh

*menampilkan isi file –> #cat
contoh : #cat /home/deni/catatan.sh

*mengedit file (editor) –> #vi
contoh : #vi catatan.sh

*melihat partisi lengkap pada pc –> #fdisk -l
contoh : #fdisk -l

*melihat isi harddisk yg masih kosong –> #df -k
contoh : #df -k /dev/hda1

*men-Scandisk Harddisk –> #fsck
contoh : #fsck /dev/hda2

*melihat total memori yang dipakai –> #free
contoh : #free

*melihat direktori dimana kita bekerja –> #pwd
contoh : #pwd

*kompres file –> #gzip
contoh : #gzip -c test.txt > test.gz

*extract file kompres –> #gunzip
contoh : #gunzip test.gz

*kompres file –> #tar -czf #tar -czf
contoh : #tar -czf denot.tar.gz denot
( bz2 ): #tar -czf denot.tar.bz2 denot

*Extract file kompres –> #tar -xzvf #tar -xjvf
contoh : #tar -xzvf denot.tar.gz
( bz2 ): #tar -xjvf denot.tar.bz2

*membaca file format pdf –> #xpdf
contoh : #xpdf brosur.pdf

*remote pc lain di jaringan –> #ssh
contoh : #ssh root@192.168.0.20

*melihat ip address yang dipakai –> #ifconfig
contoh : #ifconfig eth0

*menginstall file rpm –> #rpm -ivh
contoh : #rpm -ivh ifolder3-server.i586.rpm

*mengupgrade file rpm –> #rpm -Uvh
contoh : #rpm -Uvh ifolder3-server.i586.rpm

*menghapus file rpm –> #rpm -e
contoh : #rpm -e ifolder3-server.i586.rpm

*melihat file rpm yang sudah terinstall –> #rpm -qa
contoh : #rpm -qa |grep xmms

*mounting media baru –> #mount
contoh : #mount /dev/sda /mnt/flashdisk

*melihat proses yang sedang berjalan –> #ps
contoh : #ps axf

*mendownload file di internet –> #wget
contoh : #wget -t0 -cb [nama file download] -O var/temp

*menampilkan routing table –> #route
contoh : #route -n

*membuat link file (shortcut) –> #ln
contoh : #ln -s linux-2.6.17.12 linux

*merubah kepemilikan –> #chmod
contoh : #chmod 777 /data/share

*menambahkan user –> #useradd
contoh : #useradd denok

*menambahkan password –> #passwd
contoh : #passwd denok

*mengunci password –> #passwd -l
contoh : #passwd -l denok

*membuka kunci password –> #passwd -u
contoh : #passwd -u denok

*membypass password –> #passwd -d
contoh : #passwd -d denok

*menghapus user –> #userdel
contoh : #userdel denok

*menambahkan group –> #groupadd
contoh : #groupadd suse

*menghapus group –> #groupdel
contoh : #groupdel suse

http://kanjengprabu.wordpress.com

Pada kesempatan kali ini kami membahas berbagai perintah setting wireless di Linux, namun tidak semua card atau PCMCIA support dengan perintah-perintah di bawah ini :

1. Untuk menghubungkan ke wireless LAN yang Open atau Secured by WEP (DHCP)
#iwconfig [interface] mode managed key [WEP key]
->Gantilah kata “interface” dengan nama interface anda yang lagi aktif saat ini,
misal ath0, wlan0 atau eth1.
->WEP key, masukkanlah kata kuci WEP, 10 carakter hexadecimal untuk 64 bit dan 26
carakter untuk 128 bit.
#iwconfig essid “[ESSID]” ->Spesifikasi SSID dari suatu WLAN
#dhclient [interface] -> untuk mendapatkan IP address, netmask, DNS server and default gateway dari akses poin

2. Untuk menghubungkan ke wireless LAN yang Open atau Secured by WEP (IP Manual/Statis)
#iwconfig [interface] mode managed key [WEP key]

#iwconfig essid “[ESSID]“
#route add default gw [IP of default gateway] ->Masukkan Ip Address gatewaynya
#echo nameserver [IP address of DNS server] >> /etc/resolve.conf, konfigurasikan AP ->Konfigurasikan DNS server anda
#ping http://www.detik.com ->ping ke internet untuk uji koneksi

3.  Kumpulan perintah iwconfig
iwconfig [interface] mode master ->Menjadikan kartu PCMCIA dalam mode akses point
# iwconfig [interface] mode managed -> Menjadikan kartu PCMCIA anda dalam mode client pada jaringan wifi infrastruktur
# iwconfig [interface] mode ad-hoc ->Mengeset kartu anda sebagai anggota di jaringan wifi ad hoc tanpa akses poin
#iwconfig [interface] mode monitor ->Mengeset kartu anda dalam mode monitor
# iwconfig [interface] essid “your ssid_here” ->konfigurasikan ssid jaringan anda.
# iwconfig [interface] key 1111-1111-1111-1111 (mengeset kunci WEP 128bit)
# iwconfig [interface] key 11111111 (mengeset kunci WEP 65 bit)
# iwconfig [interface] key off (menonaktifkan kunci WEP)
#iwconfig [interface] key open (menset sebagai open mode,tidak diperlukan autentikasi)
# iwconfig [interface] channel [channel no.] (menset sebuah channel 1-14)
#iwconfig [interface] channel auto (memilih channel otomatis)
#iwconfig [interface] freq 2.422G (menset channel dalam Ghz)

#iwconfig [interface] ap 11:11:11:11:11:11 (memaksa kartu untuk mendaftar ke alamat AP)

# iwconfig [interface] rate 11M (kartu akan menggunakan kecepatan tertentu)

# iwconfig [interface] rate auto (memilih kecepatan otomatis)

# iwconfig [interface] rate auto 5.5M (kartu akan menggunakan kecepatan tertentu dan kecepatan di bawahnya jika memang diperlukan)

4. Perintah ifconfig

#ifconfig [interface] up (mengaktifkan kartu jaringan)

#ifconfig [interface] down (menonaktifkan kartu jaringan)

#ifconfig [interface] [IP address] netmask [subnet-mask] (menset IP address dan subnet mask scr manual)

#ifconfig [interface] hw ether [MAC] (Merubah MAC address kartu PCMCIA dalam format 11:11:11:11:11:11)

http://sidimpuancrew.forumid.net

Command Dasar Linux
Berikut merupakan perintah-perintah konsole dasar untuk melihat, mengeksekusi, dan memanipulasi file/directory di Linux :

ls
untuk menampilkan isi dari sebuah direktori seperti perintah dirdi DOS. Anda dapat menggunakan beberapa option yang disediakan untuk mengatur tampilannya di layar. Bila Anda menjalankan perintah ini tanpa option maka akan ditampilkan seluruh file nonhidden(file tanpa awalan tanda titik) secara alfabet dan secara melebar mengisi kolom layar.

dir
sama juga dengan ls, yaitu untuk menampilkan file dalam suatu directory.
cd /
adalah perintah untuk masuk ke dalam suatu directory. Perintah ini sama dengan yang biasa kita pakai di DOS.
misalnya : cd /home/byroe
Artinya : masuk ke dalam folder “home” yang berada di bawah user “byroe”

1. Perintah diatas juga dapat diketikan :
cd /home (Enter)
cd byroe

2. Perintah untuk keluar dari directory yang sedang aktif :
cd\ ; (Enter)

mkdir
adalah perintah untuk membuat directory, dan sama dengan md di DOS.
1. membuat folder dalam suatu directory yang sedang aktif.
Misalnya : mkdir data
Artinya : Membuat folder yang bernama “data” yang disimpan pada directory yang sedang aktif.

2. membuat folder pada directory untuk user lain.
Misalnya : jika ingin membuat folder yang bernama “data” di bawah user lain, misalnya saja nama
user-nya “byroe”, maka perintahnya akan berbeda.
kita masuk dulu ke directory “home” yang berada di bawah user “byroe” dengan perintah :
cd /home
cd byroe (Enter)
ketik : sudo mkdir data
jika dimintai pasword : masukan password yang dipakai login.

cp
adalah perintah untuk meng-copy.
1. Meng-copy file :
cp –copy (1)
/home/byroe/Latihan (2)
/linux.odt (3)
/home/byroe/data/ (4)

Keterangan :
1. — copy : adalah perintah untuk meng-copy file.
2. menyatakan directory tempat file berada.
3. merupakan nama file yang akan di copy.
4. tempat directory tempat meletakan file yang di-copy.

2. Meng-copy folder beserta file-nya :
cp -r (1)
/home/byroe/Latihan (2)
/home/byroe/data/ (3)

Keterangan :
1. -r : adalah perintah untuk meng-copy folder beserta file-nya.
2. menyatakan directory folder yang akan di copy.
3. menyatakan directory untuk meletakan folder di copy.

mv
Untuk memindahkan file dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Bila argumen yang kedua berupa sebuah direktori maka mv akan memindahkan file ke direktory tersebut. Bila kedua argumen berupa file maka nama file pertama akan menimpa file kedua. Selain memindahkan, perintah ini juga dapat digunakan untuk me-rename.

1. memindahkan file:
mv /home/byroe/Latihan
1 2
/per_cobaan.odt /home/byroe/data/
3 4

Keterangan :
1. mv : adalah perintah untuk memindahkan file.
2. menyatakan directory tempat file berada.
3. merupakan nama file yang akan dipindahkan.
4. tempat /directory tempat meletakan file yang dipindahkan.

2. me-rename file :
mv /home/byroe/Latihan
1 2
/percobaan.odt
3
/home/byroe/Latihan
4
/per_cobaan.odt
5

Keterangan :
1. mv : adalah perintah untuk me-rename file.
2. menyatakan directory tempat file berada.
3. nama file yang akan di-rename
4. tempat directory tempat meletakan file yang di-rename.
5. nama file yang baru.

rm
Untuk menghapus file dan secara default rm tidak menghapus direktory. Gunakan secara hati-hati perintah ini terutama dengan option -r yang secara rekursif dapat mengapus seluruh file.
Misalnya:
rm /home/byroe/data/percobaan.odt
Keterangan : Hapus file “percobaan.odt”, yang terletak dalam directory “data” yang dimiliki oleh user “byroe”.

rmdir
menghapus suatu directory. Dengan catatan gunakan perintah ini, jika anda sudah yakin kalau directory dalam keadaan “empty”.
Menghapus directory pada user yang sedang aktif.
misalnya : User yang aktif adalah “byroe”.
Perintahnya :
rmdir /home/byroe/data/per_cobaan/

Keterangan : untuk menghapus folder “per_cobaan” dimana folder dalam keadaan kosong.
Gunakan perintah ini, jika directory dalam keadaan berisi.
Perintahnya :
rm -r /home/aan/data/percobaan/

Keterangan :
-r : untuk menghapus folder “percobaan” beserta dengan isinya.

3. menghapus directory pada user lain, melalui user yang sedang aktif. Gunakan perintah ini, jika anda sudah yakin kalau directory dalam keadaan “empt”.

misalnya : folder yang dihapus berada dalam user byroe.
Perintahnya :
cd /home/byroe (Untuk masuk ke user byroe setelah itu tekan enter).
sudo rmdir [nama_folder]

chmod
Digunakan untuk menambah dan mengurangi ijin pemakai untuk mengakses file atau direktory. Anda dapat menggunakan sistem numeric coding atau sistem letter coding. Ada tiga jenis permission/perijinan yang dapat dirubah yaitu r untuk read, w untuk write dan x untuk execute.

Numeric Coding
Permission untuk user, group dan other ditentukan dengan menggunakan kombinasi angka-angka.
Misalnya : chmod 777 /home/byroe/Latihan/file.odt

Keterangan :
chmod 777
Adalah untuk mmberi ijin baca, tulis, dan eksekusi untuk owner, group, dan other untuk “file.odt”.

Letter Coding
Digunakan untuk memberi permission kepada masing-masing u (user), g (group), o (other) dan a (all) dengan hanya memberi tanda plus (+) untuk menambah ijin dan tanda minus (-) untuk mencabut ijin.
Misalnya : chmod ug+rx file.odt

Keterangan :
Chmod ug+rx
Adalah memberikan ijin baca dan eksekusi file “file.odt” kepada owner dan group.

chown
Digunakan mengganti owner dari suatu file atau directory.
Misalnya :
sudo chown root:root /home/byroe/Latihan/file.odt
1 2 3 4 5

Keterangan :
1. sudo : untuk perintah masuk sebagai root.
2. chown : untuk mengubah kepemilikan
3. root : menyatakan user.
4. root : menyatakan group.
5. direktory yang menyatakan letak file “file.odt”.

passwd
Digunakan untuk mengganti password root. Anda akan selalu diminta mengisikan password lama dan selanjutnya akan diminta mengisikan password baru sebanyak dua kali.

su -
Untuk login sementara sebagai user lain. Bila user ID tidak disertakan maka komputer menganggap Anda ingin login sementara sebagai super user atau root. Bila Anda bukan root dan user lain itu memiliki password maka anda harus memasukkan passwordnya dengan benar. Tapi bila Anda adalah root maka Anda dapat login sebagai user lain tanpa perlu mengetahui password user tersebut.

Locate
untuk mencari path file atau directory.
Misalnya :
locate ‘Command di linux.odt’
1 2

Keterangan :
1. locate: merupakan perintah.
2. merupakan nama file yang dicari.

pwd
Untuk mengetahui posisi directory yang sedang aktif

ps aux
untuk melihat proses-proses yang sedang berjalan.

kill
Untuk mematikan proses yang sedang berjalan.
Misalnya : kill 5511

Keterangan : Adalah untuk mematikan proses yang ke 5511

df
Untuk mengetahui informasi tentang media penyimpanan.

tar -xzvf
untuk mengekstrak file dalam format *.tar atau *.tar.gz

Misalnya :
tar -xzvf /media/sda5/Software\
1 2
/data/xampp-linux-1.6.4.tar.gz -C /opt/
3

Keterangan :
1. nama media tempat file yang diekstrak
2. nama file yg akan diektrak
3. tempat file diletakan, setelah di ekstrak.

tar -xjvf
Untuk mengekstrak file dalam format *.bz2

start
Adalah perintah untuk menjalankan servis.
Misalnya : sudo /opt/lampp/lampp start

Keterangan : Adalah perintah untuk menjalankan service dari xampp.

stop
Adalah perintah untuk menghentikan servis.
Misalnya : sudo /opt/lampp/lampp stop
Keterangan : Adalah perintah untuk menghentikan service dari xampp.

Meng-archieve file ke format : tar, tar.bz2, tar.gz
Archieve *.tar :
~/Latihan di Linux $ tar -cjf byroe.tar.bz2 byroe.odt
1 2 3 4

Keterangan :
1. Folder tempat data yang di-archive disimpan
2. Perintah untuk meng-archive ke dalam format (.tar.bz2)
3. Nama file baru yang di-archive, beserta formatnya
4. Nama file yang yang akan di-archive

Arcieve *.tar.bz2 :
~/coba_archive$ tar -cjf coba.tar.bz2 test/
1 2 3 4

Keterangan :
1. Folder tempat data yang di-archive disimpan
2. Perintah untuk meng-archive ke dalam format (.tar.bz2)
3. Nama file baru yang di-archive, beserta formatnya
4. Nama folder yang yang akan di-archive

Archieve *.tar.gz :
~/coba_archive$ tar -cf coba.tar test/
1 2 3 4

Keterangan :
1. Folder tempat data yang di-archive disimpan
2. Perintah untuk meng-archive ke dalam format (.tar)
3. Nama file baru yang di-archive, beserta formatnya
4. Nama folder yang yang akan di-archive. (berlaku juga untuk file)

man
Untuk menampilkan manual page atau teks yang menjelaskan secara detail bagaimana cara penggunaan sebuah perintah. Perintah ini berguna sekali bila sewaktu-waktu Anda lupa atau tidak mengetahui fungsi dan cara menggunakan sebuah perintah.

Shutdown
Perintah ini untuk mematikan sistem. Pada beberapa sistem anda bisa menghentikan komputer dengan perintah shutdown -h now dan merestart sistem dengan perintah shutdown -r now atau dengan kombinasi tombol Ctr-Alt-Del.

tail
Untuk menampilkan 10 baris terakhir dari suatu file. Default baris yang ditampilkan adalah 10 tapi Anda bisa menentukan sendiri berapa baris yang ingin ditampilkan.
Perintahnya : tail [jumlah baris] [file file ….]

talk
Untuk mengadakan percakapan melalui terminal. Input dari terminal Anda akan disalin di terminal user lain, begitu sebaliknya.

mount
Perintah ini akan me-mount filesystem ke suatu direktori atau mount-point yang telah ditentukan. Hanya superuser yang bisa menjalankan perintah ini.

Misalnya :
mount -t ntfs /dev/sda1 /media/Data
Atau
mount -t fat32 /dev/sda2 /media/System

Keterangan :
Ntfs / Fat32 : menyatakan format hardisk
/dev/sda2/media/nama_media: menyatakan nama direktory atau mount-point-nya .

umount
Adalah kebalikan dari perintah mount, yaitu untuk meng-unmount filesystem dari mount-pointnya. Setelah perintah ini dijalankan direktory yang menjadi mount-point tidak lagi bisa digunakan. Penulisannya hampir sama dengan mount, yaitu tinggal mengganti kata mount dengan umount.

who
Untuk menampilkan siapa saja yang sedang login. Perintah ini akan menampilkan informasi mengenai login name, jenis terminal, waktu login dan remote hostname untuk setiap user yang saat itu sedang login.

alias
Digunakan untuk memberi nama lain dari sebuah perintah.
Misalnya : alias dir = ls

Keterangan :
Digunakan apabila ingin perintah ls dapat juga dijalankandengan mengetikkan perintah dir.

Unalias
Adalah kebalikan dari perintah alias, dimana perintah ini akan membatalkan sebuah alias.

 
Leave a comment

Posted by on April 23, 2011 in Backtrack, Linux

 

Menginstall Libre Office 3 di Backtrack 4 R2

dibawah ini adalah Tutorial bagaimana menginstall Libre Office 3 Final di Backtrack 4 R2

Step 1.
Jika belum punya silahkan download Libre Office terlebih dahulu di http://www.libreoffice.org/download/
karena BT4 dibangun berdasarkan debian, pilih Linux x86 Deb

Step 2.
Extrack package, saya asumsikan anda menaruhnya di root
Command

root@bt:~# tar xzvf LibO_3.3.0_Linux_x86_install-deb_en-US.tar.gz

Step 3.

Pindah direktori ke hasil ekstrak

Command

root@bt:~# cd LibO_3.3.0rc4_Linux_x86_install-deb_en-US

Step 4.
masuk ke sub folder DEBS

Command

root@bt:~/LibO_3.3.0rc4_Linux_x86_install-deb_en-US# cd DEBS

Step 5.
Install Package .deb

Command

root@bt:~/LibO_3.3.0rc4_Linux_x86_install-deb_en-US/DEBS# dpkg -i *.deb

Step 6.
Sudah terinstall sekarang tinggal membuat shortcut
a. Klick kanan K menu
b. Pilih K Menu Editor
c. Klick Bagian Utilities
d. Klick File – New Item
e. Pilih Ikon sesuka anda, karena belum ada dan malas mendownload, saya meminjam ikon open office ;)
f. Pada menu command isi dengan ‘/opt/libreoffice/program/soffice.bin’
g. di Workpath isi dengan /opt/libreoffice/program

~END~
 
Leave a comment

Posted by on April 21, 2011 in Backtrack

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.