RSS

Category Archives: bali

Pura Pulaki


Pura Pulaki sering dikaitkan dengan sebuah legenda yang terkenal di kalangan masyarakat Bali yaitu kisah Jayaprana seorang pemuda yang meninggal justru karena memiliki seorang istri yang cantik nan menawan. Kisah ini diyakini memang benar-benar terjadi karena ada kuburannya yang berlokasi di daerah Pulaki. I Nyoman Jayaprana begitu nama lengkap sang pemuda yang berasal dari desa Kalianget. Seorang pemuda ganteng nan menawan selalu menjadi idaman setiap gadis yang menjumpainya. Gadis yang beruntung akhirnya dipersunting oleh sang Arjuna Nyoman Jayaprana bernama Ni Nyoman Layonsari.

Dikisahkan bahwa Nyoman Layonsari juga adalah gadis idaman setiap pemuda yang menjumpainya. Tidak kurang Sang ngawa rat alias Sang Raja sangat menaruh hati kepada Ni Layonsari. Setiap pagi Sang Raja naik ke menara yang berada di bancingah. Dari situ Sang Raja memandang ke arah pasar di mana banyak lalulalang gadis-gadis yang berjualan maupun yang berbelanja di pasar. Dari sekian banyak yang lewat hanya satu yang berkenan di hati Sang Raja, dialah Ni Nyoman Layonsari. Namun Sang Raja kalah cepat dengan I Nyoman Jayaprana. Sang gadis jatuh kepelukan Jayaprana menjadi istri yang berjanji sehidup semati. Keinginan Sang Raja tidak dapat dibendung, sehingga membuat upaya untuk menyingkirkan Nyoman Jayaprana. Melalui utusan, Sang Raja meminta Jayaprana untuk melawan musuh yang konon sudah berada di hutan sebelah barat. Dengan ditemani oleh seorang Patih Sawunggaling, Nyoman Jayaprana akhirnya berangkat walaupun sudah mendapat peringatan dari istrinya yang mendapat firasat tidak bagus. Nyoman Jayaprana meyakinkan istrinya tidak akan terjadi apa-apa namun bila dia tidak kembali dan tercium bau yang sangat harum maka itu artinya jiwanya sudah menuju ke alam sana.

Begitulah kurang lebih kisah itu dan akhirnya Nyoman Jayaprana di kubur langsung di hutan yang tempat ia dibunuh. Kuburan Jayaprana juga tidak kalah terkenal sehingga sering mendapat kunjungan dari masyarakat Bali pada khususnya.

Tempat yang dulu bernama Kuburan Jayaprana sekarang di depan di tepi jalan terpancang nama “PURA PESIMPANGAN PADANDA SAKTI WAWU RAUH” dan selebihnya mohon maaf kami belum mengetahui asal usul nama ini. Namun di dalam Tirta Yatra yang hendak kami ceritakan tidak akan mengikutkan tempat.

pura-pulaki

sumber: bababali.com

 
Leave a comment

Posted by on October 20, 2008 in bali

 

Pura Besakih

Pura Besakih adalah sebuah komplek Pura yang terletak di Desa Besakih, kecamatan rendang kabupaten karangasem, bali, indonesia. Komplek Pura Besakih terdiri dari 18 Pura dan 1 Pura Utama. Pura Besakih merupakan pusat kegiatan dari seluruh Pura yang ada di Bali. Di antara semua pura-pura yang termasuk dalam kompleks Pura Besakih,Pura Penataran Agung adalah pura yang terbesar, terbanyak bangunan-bangunan pelinggihnya, terbanyak jenis upakaranya dan merupakan pusat dan semua pura yang ada di Besakih. Di Pura Penataran Agung terdapat 3 arca utama Tri Murti Brahma, Wisnu dan Siwayang merupakan perlambang Dewa Pencipta, Dewa Pemelihara dan Dewa Pelebur.

lebih jauh tentang pura besakih

sumber: babadbali.com

 
1 Comment

Posted by on August 28, 2008 in bali

 

Pantai Sanur…


Berlawanan dengan pantai Kuta, Sanur berada di sebelah timur (25 menit dari bandara). Pantai yang cenderung tenang dan lebih banyak dikunjungi turis2 berusia senja ini enak dinikmati pagi2 sambil nunggu sunrise. nuansanya unik, banyak nelayan yang mencari ikan dsana. kl air lg surut (biasanya pagi), pantainya terlihat bopeng2. airnya yang bening sering mengijinkan kita mengintip ikan2 kecil dan kepiting yang tengah berjemur.

Mengutip dari sebuah sumber, dahulu kala tahun 1904, kapal Cina milik Belanda bernama Sri Komala kandas di pantai ini. Pemerintah Belanda menuduh masyarakat di sekitar sanur merampas isi kapal dan menuntut kepada raja atas kerugian tsb sebesar 3.000 dolar dan menghukum orang2 yang merusak kapal. Raja kemudian menolak tuduhan itu dan enggan membayar, sehingga Belanda menyiapkan ekspedisi militar ke 6 ke Bali tanggal 20 September 1906. Kemudian, serangan ini mendapat perlawanan dari pasukan “putih” dengan perang “puputan”nya (perang habis2an). Bagi masyarakat Bali, berperang adalah layaknya jihad, sehingga gugur di medan perang dipercaya akan membawa arwah mereka langsung ke surga.

Seperti yang pernah dituliskan gatra, Sea Walker menyediakan Taman Coral Sanur di kedalaman 7 meter di perairan Sanur. Aga mahal memang. kita harus menyediakan dana setidaknya USD 55-65 per orang. kl mo bantu bersih2 karang nambah USD 5 per orang. walopun kocek yang dirogoh kudu rada dalem, tp konon koloni terumbu karang ini termasuk istimewa karena dibiakan dari lahan yang semula hanya berupa hamparan pasir (di luar habitat asli coral) dan di dirintis sejak tahun 2005. Tim revitalisasi palung semawang sanur menambahkan, usaha ini dilakukan dalam rangka menanggulangi erosi pantai sanur yang sudah masuk kategori menghawatirkan dengan tingkat kerusakan mencapai 80% akibat ulah manusia dalam menangkap ikan ataupun mencuri terumbu karang.


 
Leave a comment

Posted by on June 28, 2008 in bali

 

Tanah Lot…

Terletak di desa Beraban atau 13 km sebelah barat Tabanan, Pura Tanah Lot hampir selalu ditawarkan oleh setiap pemandu wisata di Bali untuk dikunjungi. Tempat yang asik tuk memotret sunset ini (sambil duduk2 dan minum kelapa muda) memiliki keunikan antara lain lokasi pura yang berada diatas bukit batu besar pinggir laut. pada saat air surut dan tingginya tidak lebih dari selutut, kita masih bs nyebrang menuju tempat itu.

Menurut sebuah sumber tersebutlah legenda dari kisah perjalanan pendeta asal Jawa Timur bernama Dang Hyang Nirartha yang tengah menuju ke timur untuk menyebarkan ajaran Hindu. Sampai pada suatu saat, Dang Hyang Nirartha tiba di salah satu pantai dengan pulau kecil ditengah lautnya dengan tanah parangan dan bebatuan keras di bawahnya. di tempat itulah sang pendeta beristirahat dan tak lama kemudian datang para nelayan membawa sesembahan untuknya. kemudian di tempat itu Dang Hyang Nirartha menyampaikan ajaran agamanya dan menyarankan masyarakat sekitar tuk membangun tempat suci di pulau tempatnya menginap. Sepeninggal sang pendeta, masyarakat membangun tempat suci di atas pulau dengan nama Pura Luhur Tanah Lot yang artiya tanah di tengah laut.

Ternyata tidak semua orang boleh masuk ke dalam pura tsb. para wisatawan hanya diperbolehkan melongok dari bawah pura. hanya orang2 tertentu yang hendak bersembahyang atau melakukan kegiatan keagamaan yang diperkenankan masuk ke dalam pura. Terkait dengan konsep triangga (penggambaran tubuh manusia dari kepala, badan hingga kaki), pura ini menjadi terkait dengan 2 tempat suci lainnya di Tabanan, yaitu Pura Luhur Batukaru (hulu) dan Pura Puser Tasik (madya) serta Pura Tanah Lot sebagai hilirnya. Pura hulu dan hilir ini pun digambarkan sebagai simbolisasi lingga dan yoni, Pura Luhur Batukaru sebagai lingga (purusa)dan Pura Tanah Lot sebagai yoni (segara). perpaduannya menjadi sumber kehidupan yang mensejahterakan manusia disekitarnya.

Di sebelah utara pura, tepatnya di dalam gua bawah tebing, terdapat ular yang dikeramatkan. ular pipih beracun berwarna hitam kuning ini dipercaya sebagai selendang Dang Hyang Nirartha yang terlepas saat sedang bertapa dan hingga kini menjadi penjaga pura. di tempat ini pula terdapat sumber air tawar bernama Tirta Pabersihan (biasa digunakan sebagai sarana memohon kesucian).

 
2 Comments

Posted by on June 28, 2008 in bali

 

Pura Alas Kedaton…

Pura yang dikelilingi oleh hutan (alas) dengan kera2 keramat ini berlokasi di kecamatan Marga 4 km dari kota Tabanan. saat memasuki area ini, terlihat beberapa pemandu yang siap menemani kita berkeliling. sembari berbekal kacang buat para kera, kita berjalan mengitari Pura. hebatnya, para kera itu berpenciuman sangat tajam. kacang yang diumpetin di lipatan baju paling dalam sekalipun akan tetap tercium. kera2 akan langsung mendekat dan terus merengek sampai kita keluarkan kacangnya. pemandu menjelaskan, kera2 yang tinggal disitu tidak akan menggigit kecuali jika diganggu. saking ati2nya kita bahkan dilarang memegang. walhasil saat para kera itu beraksi, tak satupun dari kita berani mengusir apalagi megang. termasuk saat salah satu monyet merogoh isi tas salah seorang pengunjung yang tengah berpose )

Menurut sebuah sumber, di Pura yang juga sering disebut sebagai Pura Dalem Kahyangan ini diadakan upacara piodalan yang jatuh pada hari Selasa (Anggara Kasih) 20 hari setelah Hari Raya Galungan. upacara dimulai siang hari dan selesei sebelum matahari tenggelam. halaman bagian dalam Pura yang merupakan tempat paling suci memiliki letak yang lebih rendah dibanding halaman tengah dan luar. keempat pintu di masing2 penjuru utara, timur, selatan, dan barat (sebagai pintu utama) mengarah pada satu tempat yaitu halaman tengah. selain dipenuhi kera2, ternyata tempat ini juga dihuni para kalong. sebagian bergelantungan di atas pohon dan sebagian yang lain beterbangan.

 
Leave a comment

Posted by on June 28, 2008 in bali

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.