RSS

Perawatan Vagina…

01 Sep

TUBUH kita pada dasarnya memiliki mekanisme perlindungan bila ada gangguan datang dari luar tubuh. Demikian juga yang terjadi pada vagina.
Bila ada kotoran, vagina memiliki mekanisme pembersihan sendiri dengan mengandalkan koloni bakteri normal yang menjaga keseimbangan mikroorganisme di dalam dan di sekitar alat vital. Namun, sayang keseimbangan dapat terganggu bila pemiliknya tidak begitu peduli dengan organnya.

Penggunaan celana basah atau celana dalam terlalu ketat, misalnya, dapat mengganggu keseimbangan itu. Dalam keadaan tertentu, perawatan vagina tidak cukup hanya dengan membersihkan bagian luar. Bagian dalam pun perlu dilakukan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk merawat organ reproduksi wanita ini. Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda pertimbangkan;

1. Bilas dengan cairan pembersih
Cairan pembersih khusus biasanya digunakan dengan cara menyemprotkannya ke dalam vagina. Dengan bahan aktif yang mampu melumpuhkan bakteri, kuman serta jamur, cairan pembilas ini bisa digunakan dalam beberapa menit.

Biasanya penggunaannya harus dengan pengawasan dokter.
Karena itu, selain cairan pembilas, obat-obatan untuk mengatasi gangguan yang ada juga akan diberikan. Tidak semua gangguan bisa diselesaikan dengan cairan ini. Biasanya cairan ini hanya dapat mengatasi keputihan. Jadi tidak akan mampu mengatasi penyakit kelamin apalagi penyakit menular seksual.

2. Sinar laser
Laser digunakan karena obat yang biasanya digunakan untuk membunuh kuman di vagina biasanya butuh waktu lama. Apalagi kalau terjadi resistensi obat. Laser yang digunakan biasanya jenis level rendah atau low level laser therapy. Formulasi dari sinar inframerah dan ultraviolet ini dikatakan mampu membersihkan bakteri, jamur, dan virus dalam waktu yang relatif cepat.

Untuk gangguan ringan, penembakan biasanya dilakukan dalam waktu 15 menit sekali. Bila gangguan sudah berat, butuh puluhan menit dengan beberapa kali tembakan dalam beberapa hari. Obat juga kerap diberikan oleh dokter setelah penembakan laser dilakukan.

3. Terapi ozon
Dr Mulyadi Tedjapranata MD dari Klinik Medizone mengatakan, metode penggunaan terapi ozon ini layaknya menggunakan cairan pembersih. Dengan alat yang disebut vaginal insuflation, ozon dimasukkan ke organ kewanitaan dalam takaran tertentu (tergantung kasus). “Jadi prinsipnya ozon ini berfungsi sebagai desinfektan yang bisa membunuh kuman bakteri dan tujuannya untuk mencegah masuknya kuman yang memungkinkan timbulnya penyakit,” dengan periode waktu tertentu pula (tergantung kasus), ozon diperlukan agar kebersihan vagina bisa terjaga.

Agar pengobatan efektif, biasanya terapi ini dikombinasi juga dengan obat-obatan. Namun, dalam hal ini ozon tidak bisa digunakan untuk mengatasi penyakit seksual atau penyakit menular seksual. Dan yang jelas, terapi ini harus dilakukan dengan seorang dokter yang ahli dalam hal ini. Sebab, jika tidak digunakan secara tepat, memasukkan ozon ke organ kewanitaan hanya akan menyebabkan berkembang biaknya bakteri yang malah merugikan vagina.

4. Penguapan hangat
Dalam ritus perawatan tubuh secara tradisional, penguapan hangat biasanya juga digunakan untuk vagina. Meksi begitu, penguapan jelas tidak efektif membunuh mikroorganisme. Penguapan ini biasanya menggunakan ramuan wewangian sehingga menghangatkan dan membuat vagina wangi. Karena itu selayaknya cara ini dilakukan seperti kita menggunakan parfum untuk badan. Tidak ada alasan lain selain alasan kosmetik.
Dengan demikian, meski dikatakan penguapan merupakan satu cara merawat vagina, langkah ini bukan untuk mencegah timbulnya penyakit apalagi menghilangkan gangguan.

5. Gurah vagina
Meski ada yang menawarkan dan mencoba melakukan langkah ini, cara seperti ini diragukan efektivitasnya. Apalagi yang menanganinya jelas-jelas bukan dokter. Bisa jadi semua mikrooganisme, baik yang merugikan maupun yang normal, akan mati dan hilang dari vagina. Akibatnya, justru vagina malah akan mengalami gangguan.

6. Spa Vagina
Ini adalah metode perawatan bagian reproduksi wanita yang menggabungkan berbagai terapi kuno. Ada teknik pengasapan atau penguapan. Ada juga teknik pijat akupresur yang diterapkan pada seluruh tubuh dan terutama vagina. Ada juga meditasi gerak atau semacam kegel khusus untuk vagina.

Beberapa terapi ini jelas merupakan terapi yang aman dan semua orang kenal terapi ini. “Jadi terapi V-spa itu sebenarnya terapi yang umum digunakan dalam perawatan kesehatan, hanya kali ini khusus diterapkan untuk bagian vagina saja,” ungkap Hj Worro Harry Soeharman, M.Ph, MKA, penggagas terapi ini.

7. Kuras Vagina
Ini adalah pengontrolan dan pembersihan vagina sampai ke mulut serta rongga rahim. Langkah ini menjadi tindakan awal supaya jamur atau kuman tidak merembet sampai ke rongga rahim atau saluran telur yang bisa mengakibatkan kemandulan atau infeksi yang bisa menyebabkan munculnya kanker.

Sebab itu wanita yang menderita keputihan hendaknya tidak menunda pengobatan. Supaya tidak repot, penderita bisa mendatangi klinik semacam Klinik Pasutri atau Pusat Pelayanan Keluarga yang memberi pelayanan mulai dari wawancara, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium serta membersihkan vagina sampai ke rongga rahim hingga pengobatannya sampai tuntas.

Caranya, ujung vagina sampai rongga rahim diteropong dengan speculum. Dengan alat penjepit kain kasa (gaas) yang terlebih dulu direndam dalam cairan antiseptik ini, tindakan “kuras” dilakukan. Tidak perlu takut karena tindakan ini sederhana dan tidak menyiksa. Usai hasil lab diketahui, dokter akan memberikan obat yang tepat. Bisa berupa obat minum, bisa juga tablet yang dimasukkan ke lubang vagina.

Setelah 3 bulan, pasien diharapkan kembali untuk cek ulang. Para ibu yang menghadapi masalah dengan pasangan sehubungan dengan kasus ini bisa sekalian berkonsultasi. Para wanita yang menderita keputihan acap kali penyakitnya acap kali kambuh karena tidak diobati tuntas. Mengobati daerah sekitar vagina saja belum cukup, sebaiknya sampai ke bagian dalam.

adapun kiat-kiat dalam perawatan vagina adalah sebagai berikut:

DERAJAT keasaman vagina menurut Dr Boy Abidin, SpOG kira-kira 7,1-7,3. Untuk menjaga stabilitas kesehatan vagina, perempuan sebaiknya memahami beberapa hal berikut :

1. Sesering mungkin mengganti pembalut.

2. Sesudah berhubungan seks, bagian luar vagina sebaiknya selalu dibersihkan. “Tentu tidak dengan sabun biasa,” kata Dr Boy. Sebaiknya gunakan sabun pembersih khusus vagina.
3. Gantilah celana dalam sekurang-kurangnya 2-3 kali sehari.
4. Gunakan celana dalam berbahan katun yang menyerap keringat. Bila menggunakan panty liner sebaiknya selama 2-3 jam saja.
5. Tidak mengenakan celana berbahan nilon, jins, dan kulit yang terlalu ketat.
6. Bagi wanita yang pernah berhubungan seksual dan melahirkan, setidaknya lakukan pap smear sekali setahun. Untuk mereka yang sudah menopause, lakukan 2-3 tahun sekali.
7. Jaga berat badan agar normal. Jangan sampai kegemukan karena membuat vagina tertutup lipatan lemak sehingga lembab.
8. Jaga kesehatan tubuh secara umum dengan mengasup makanan bergizi seimbang.

uhhh, ribet bgt nih…

untungnya ak cow…

😀

Agar Vagina Menjadi Legit Dan Peret

Sebagai wanita tentunya menginginkan darinya sebagai wanita yang memiliki vagina yang legit dan peret, terutama sekali wanita-wanita yang sudah menikah, jika mempunyai vagina yang peret dan legit sangat berguna untuk menjaga keharmonisan, disayang suami dan kebahagian perkawinan dan suami betah tinggal dirumah.
Untuk membuat vagina menjadi legit, peret dan rapet, harus benar-banar melakukan perawatan yang teratur yaitu setiap hari usahakan memakan daun pepaya. Daun pepaya ini pilih yang muda atau pucuknya, rebuslah dan kemudian dimakan sebagai lalap kalau kuat menahan rasa pahitnya yang mentah lebih baik lagi.
Jika kita memakan lalap pucuk daun pepaya ini setiap hari maka dalam jangka waktu sebulan sudah dapat dirasakan khasiatnya, yaitu vagina menjadi peret, legit dan tidak akan menimbulkan bau tak sedap, jika kita membiasakan memakannya seara teratur maka vagina kita menjadi terjaga, menjadi sehat dan akan meningkatkan kebahagian dalam perkawinan.
selamat mencoba dan jangan bosan-bosan.

Agar Vagina Menjadi Kering

Seorang istri akan tersinggung dan rendah diri jika suatu malam selesai melakukan hubungan intim dengan suami, kemudian suaminnya itu “berkata ah terlalu becek” atau “terlalu basah” atau “terlalu banyak airnya“. Tentu saja ini merupakan suatu beban yang sangat berat untuk seorang istri, tapi jangan dulu berkecil hati, dibawah ini ada suatu cara untuk mengatasi hal tersebut.
Caranya mudah ambil sebutir pinang yang sudah tua buang sabutnya, parut pinang yang sudah kita kupas, ambil segelas air untuk digunakan merebus parutan pinang tadi. merebusnya sampai airnya kira-kira tinggal setengah gelas dan sudah agak mengental, angkatlah dan peras disehelai kain yang halus ambil air perasan tersebut campur dengan sedikit garam, minumlah di pagi hari, setiap satu minggu sekali, maka dalam satu bulan hasilnya sudah dapat dirasakan vagina akan menjadi rapet dan juga benar-benar kering, silakan mencoba.

Agar Vagina Menjadi Harum

Banyak wanita yang mengeluh memiliki vagina yang berbau tidak sedap. Hal ini disebabkan banyak hal. Namun untuk menghilangkan bau tak sedap itu mudah hanya dengan meminum air rebusan daun sirih saja sudah dapat mengatasi masalah tersebut.
Ambilah sepuluh helai daun sirih yang sudah agak menguning, bersihkan dan rebuslah dengan dua gelas air, setelah air rebusan itu kira-kira tinggal segelas, angkat lah tunggu sampai menjadi hangat baru meminumnya. Jika dilakukan secara teratur pagi dan sore meminum air rebusan sirih ini, maka vagina menjadi harum dan tidak berbau lagi. Dan jagalah kebersihan vagina secara teratur.

nah,,, untuk kalian para wanita, rajinlah merawat organ yang satu ini ya..

kan klo bersih enak diliat dan dirasain…

😀

moga bermanfaat,,,, salam

sumber: dari berbagai sumber

 
Comments Off on Perawatan Vagina…

Posted by on September 1, 2008 in sex

 

Comments are closed.

 
%d bloggers like this: