RSS

Pura Pulaki

20 Oct


Pura Pulaki sering dikaitkan dengan sebuah legenda yang terkenal di kalangan masyarakat Bali yaitu kisah Jayaprana seorang pemuda yang meninggal justru karena memiliki seorang istri yang cantik nan menawan. Kisah ini diyakini memang benar-benar terjadi karena ada kuburannya yang berlokasi di daerah Pulaki. I Nyoman Jayaprana begitu nama lengkap sang pemuda yang berasal dari desa Kalianget. Seorang pemuda ganteng nan menawan selalu menjadi idaman setiap gadis yang menjumpainya. Gadis yang beruntung akhirnya dipersunting oleh sang Arjuna Nyoman Jayaprana bernama Ni Nyoman Layonsari.

Dikisahkan bahwa Nyoman Layonsari juga adalah gadis idaman setiap pemuda yang menjumpainya. Tidak kurang Sang ngawa rat alias Sang Raja sangat menaruh hati kepada Ni Layonsari. Setiap pagi Sang Raja naik ke menara yang berada di bancingah. Dari situ Sang Raja memandang ke arah pasar di mana banyak lalulalang gadis-gadis yang berjualan maupun yang berbelanja di pasar. Dari sekian banyak yang lewat hanya satu yang berkenan di hati Sang Raja, dialah Ni Nyoman Layonsari. Namun Sang Raja kalah cepat dengan I Nyoman Jayaprana. Sang gadis jatuh kepelukan Jayaprana menjadi istri yang berjanji sehidup semati. Keinginan Sang Raja tidak dapat dibendung, sehingga membuat upaya untuk menyingkirkan Nyoman Jayaprana. Melalui utusan, Sang Raja meminta Jayaprana untuk melawan musuh yang konon sudah berada di hutan sebelah barat. Dengan ditemani oleh seorang Patih Sawunggaling, Nyoman Jayaprana akhirnya berangkat walaupun sudah mendapat peringatan dari istrinya yang mendapat firasat tidak bagus. Nyoman Jayaprana meyakinkan istrinya tidak akan terjadi apa-apa namun bila dia tidak kembali dan tercium bau yang sangat harum maka itu artinya jiwanya sudah menuju ke alam sana.

Begitulah kurang lebih kisah itu dan akhirnya Nyoman Jayaprana di kubur langsung di hutan yang tempat ia dibunuh. Kuburan Jayaprana juga tidak kalah terkenal sehingga sering mendapat kunjungan dari masyarakat Bali pada khususnya.

Tempat yang dulu bernama Kuburan Jayaprana sekarang di depan di tepi jalan terpancang nama “PURA PESIMPANGAN PADANDA SAKTI WAWU RAUH” dan selebihnya mohon maaf kami belum mengetahui asal usul nama ini. Namun di dalam Tirta Yatra yang hendak kami ceritakan tidak akan mengikutkan tempat.

pura-pulaki

sumber: bababali.com

 
Leave a comment

Posted by on October 20, 2008 in bali

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: