RSS

Linux Ubuntu (2)

21 Mar

. Pemrograman Shell ?

Yaitu menyusun atau mengelompokkan beberapa perintah shell (internal atupun eksternal command) menjadi kumpulan perintah yang melakukan tugas tertentu sesuai tujuan penyusunnya. Kelebihan shell di linux dibanding sistem operasi lain adalah bahwa shell di linux memungkinkan kita untuk menyusun serangkaian perintah seperti halnya bahasa pemrograman (interpreter language), melakukan proses I/O, menyeleksi kondisi, looping, membuat fungsi, dsb. adalah proses – proses yang umumnya dilakukan oleh suatu bahasa pemrograman, jadi dengan shell di linux kita dapat membuat program seperti halnya bahasa pemrograman, untuk pemrograman shell pemakai unix atau linux menyebutnya sebagai script shell.

3. Kebutuhan Dasar

Sebelum mempelajari pemrograman Bash shell di linux sebaiknya anda telah mengetahui dan menggunakan perintah – perintah dasar shell baik itu internal command yang telah disediakan shell maupun eksternal command atau utility, seperti

·                             cd, pwd, times, alias, umask, exit, logout, fg, bg, ls, mkdir, rmdir, mv, cp, rm, clear, …

·                             utilitas seperti cat, cut, paste, chmod, lpr,…

·                             redirection (cara mengirim output ke file atau menerima input dari file), menggunakan operator redirect >, >>, <, <<, contohnya:

ls > data

hasil ls dikirim ke file data, jika file belum ada akan dibuat tetapi jika sudah ada isinya akan ditimpa.

ls >> data

hampir sama, bedanya jika file sudah ada maka isinya akan ditambah di akhir file.

cat < data

file data dijadikan input oleh perintah cat

·                             pipa (output suatu perintah menjadi input perintah lain), operatornya : | , contoh:

ls -l | sort -s

ouput perintah ls -l (long) menjadi input perintah sort -s (urutkan secara descending), mending pake ls -l -r saja🙂

ls -l | sort -s | more

cat databaru

·                             Wildcard dengan karakter *, ?, [ ], contohnya:

ls i*

tampilkan semua file yang dimulai dengan i

ls i?i

tampilkan file yang dimulai dengan i, kemudian sembarang karakter tunggal, dan diakhiri dengan i

ls [ab]*

tampilkan file yang dimulai dengan salah satu karakter a atau b

4. Simple Bash Script

Langkah awal sebaiknya periksa dulu shell aktif anda, gunakan perintah ps (report process status)

[fajar@linux$]ps

PID TTY          TIME CMD

219 tty1     00:00:00 bash

301 tty1     00:00:00 ps

bash adalah shell aktif di system saya, jika disystem anda berbeda misalnya csh atau ksh ubahlah dengan perintah change shell

[fajar@linux$]chsh

Password:

New shell [/bin/csh]:/bin/bash

Shell changed

atau dengan mengetikkan bash

[fajar@linux$]bash

sekarang coba anda ketikkan perintah dibawah ini pada prompt shell

echo “Script shell pertamaku di linux”

[fajar@linux$]echo “Script shell pertamaku di linux”

Script shell pertamaku di linux

string yang diapit tanda kutip ganda (double quoted) akan ditampilkan pada layar anda, echo adalah statement (perintah) built-in bash yang berfungsi menampilkan informasi ke standard output yang defaultnya adalah layar. jika diinginkan mengulangi proses tersebut, anda akan mengetikkan kembali perintah tadi, tapi dengan fasilitas history cukup menggunakan tombol panah kita sudah dapat mengulangi perintah tersebut, bagaimana jika berupa kumpulan perintah yang cukup banyak, tentunya dengan fasilitas hirtory kita akan kerepotan juga mengulangi perintah yang diinginkan apalagi jika selang beberapa waktu mungkin perintah-perintah tadi sudah tertimpa oleh perintah lain karena history mempunyai kapasitas penyimpanan yang ditentukan. untuk itulah sebaiknya perintah-perintah tsb disimpan ke sebuah file yang dapat kita panggil kapanpun diinginkan.

coba ikuti langkah – langkah berikut:

1.                         Masuk ke editor anda, apakah memakai vi,pico,emacs,dsb…

2.                         ketikkan perintah berikut

3.                               #!/bin/bash

4.                               echo “Hello, apa khabar”

5.                         simpan dengan nama file tes

6.                         ubah permission file tes menggunakan chmod

7.                               [fajar@linux$]chmod 755 tes

8.                         jalankan

9.                               [fajar@linux$]./tes

 

kapan saja anda mau mengeksekusinya tinggal memanggil file tes tersebut, jika diinginkan mengeset direktory kerja anda sehingga terdaftar pada search path ketikkan perintah berikut

PATH=$PATH:.

setelah itu script diatas dapat dijalankan dengan cara

[fajar@linux$]tes

Hello, apa khabar

tanda #! pada /bin/bash dalam script tes adalah perintah yang diterjemahkan ke kernel linux untuk mengeksekusi path yang disertakan dalam hal ini program bash pada direktory /bin, sebenarnya tanpa mengikutkan baris tersebut anda tetap dapat mengeksekusi script bash, dengan catatan bash adalah shell aktif. atau dengan mengetikkan bash pada prompt shell.

[fajar@linux$]bash tes

tentunya cara ini kurang efisien, menyertakan path program bash diawal script kemudian merubah permission file sehingga dapat anda execusi merupakan cara yang paling efisien.

Sekarang coba kita membuat script shell yang menampilkan informasi berikut:

1.                         Waktu system

2.                         Info tentang anda

3.                         jumlah pemakai yang sedang login di system

contoh scriptnya:

#!/bin/bash

#myinfo

#membersihkan tampilan layar

clear

#menampilkan informasi

echo -n “Waktu system   :”; date

echo -n “Anda           :”; whoami

echo -n “Banyak pemakai :”; who | wc -l

sebelum dijalankan jangan lupa untuk merubah permission file myinfo sehingga dapat dieksekusi oleh anda

[fajar@linux$]chmod 755 myinfo

[fajar@linux$]./myinfo

Waktu system   : Sat Nov 25  22:57:15 BORT 2001

Anda           : fajar

Banyak pemakai : 2

tentunya layout diatas akan disesuaikan dengan system yang anda gunakan statement echo dengan opsi -n akan membuat posisi kursor untuk tidak berpindah ke baris baru karena secara default statement echo akan mengakhiri proses pencetakan ke standar output dengan karakter baris baru (newline), anda boleh mencoba tanpa menggunakan opsi -n, dan lihat perbedaannya. opsi lain yang dapat digunakan adalah -e(enable), memungkinkan penggunaan backslash karakter atau karakter sekuen seperti pada bahasa C atau perl, misalkan :

echo -e “\abunyikan bell”

jika dijalankan akan mengeluarkan bunyi bell, informasi opsi pada statement echo dan backslash karakter selengkapnya dapat dilihat via man di prompt shell.

[fajar@linux$]man echo

Menggunakan apt (Advanced Packaging Tool) di Ubuntu

perintah apt-get adalah sebuah baris perintah handal atau alat yang digunakan untuk bekerja dengan Ubuntu’s Advanced Packaging Tool (APT)  .
apt – get  berfungsi  sebagai alat untuk melakukan instalasi paket perangkat lunak yang baru, meng-upgrade paket perangkat lunak yang ada, meng-update daftar paket indeks, dan bahkan meningkatkan seluruh sistem Ubuntu.

APT menggunakan sebuah file yang berisi daftar ‘sumber’ dari paket yang dapat diperoleh. isi File ini terdapat di  / etc / apt / sources.list.

Entri dalam file ini mengikuti format berikut :

deb http://host/ubuntu distribution section1 section2 section3
deb-src http://host/ubuntu distribution section1 section2 section3

Kata pertama pada setiap baris, deb atau deb-src, menunjukkan jenis arsip: apakah berisi paket binary (deb), yaitu pre-compiled paket-paket yang biasanya kita paket gunakan, atau source (deb-src),

pertama tama , untuk menggunakan perintah apt-get , masuklah ke terminal (konsole) sebagai user  “root ”

Sekarang kita akan lihat perintah yang tersedia untuk apt-get

Update daftar paket yang tersedia

Sistem pengemasan menggunakan database pribadi untuk melacak paket yang diinstal, yang tidak terpasang dan yang tersedia untuk instalasi. program apt-get menggunakan database ini untuk mengetahui cara menginstal paket-paket yang diminta oleh pengguna dan untuk mengetahui paket-paket tambahan diperlukan agar paket yang dipilih untuk bekerja dengan baik.

perintahnya adalah sebagai berikut :

sudo apt-get update

Pilihan berikut bisa digunakan bersamaan dengan apt -get apabila di perlukan :

-h untuk bantuan.
-d hanya menDownload paket   – TIDAK menginstal atau membongkar arsip
-f Mencoba untuk melanjutkan jika gagal memeriksa integritas
-s Tidak-bertindak. Lakukan pemesanan simulasi
-y Asumsikan Ya untuk semua pertanyaan dan tidak mendorong
-u Tampilkan daftar paket yang akan di  upgrade

cara mengisntall paket ( aplikasi )  menggunakan apt-get
dasar perintah yang di gunakan adalah sebagai berikut :

sudo apt-get install package name

contoh :
sudo apt-get install apache2

cara menggunakan paket ulang apt -get update

jika terdapat kerusakan pada paket yang dulu pernah install , atau hanya ingin sekedar mengganti paket ( aplikasi ) menjadi yang terbaru dengan versi yang tersedia . gunakan opsi sebagai berikut :

sudo apt-get –reinstall install packagename

contoh

sudo apt-get – reinstall install apache2

menghapus paket menggunakan apt- get
perintahnya :
sudo apt-get remove nama paket
contoh

sudo apt-get remove apache2

perintah di atas hanya akan menghapus paket saja , file file konfigurasinya masih tetap ada , untuk melakukan penghapusan secara meyeluruh gunakan perintah berikut :

sudo apt-get – purge remove packagename

-Upgrade Paket

Anda dapat menggunakan perintah ini untuk meng-upgrade paket dalam distribusi yang sama, serta untuk meng-upgrade ke distribusi yang baru
sudo apt-get-u upgrade

Upgrade ke rilis baru

sudo apt-get-u dist-upgrade

Jika Anda ingin meng-upgrade paket tertentu gunakanlah perintah berikut

sudo apt-get-u install packagename

Contoh

sudo apt-get-u install apache2

perintah apt-get adalah perintah yang cukup sederhana dan mudah untuk melakukan sebuah instalasi  paket yang baru atau pun untuk menghapusnya .

 

Banyak cara yang dipakai untuk menginstall program ( software ) baru di Linux, yang paling mudah adalah dengan menggunakan file .RPM tapi seringkali juga jika kita download sebuah program baru dari Internet atau install dari CD / USB , yang kita dapat adalah masih file “mentahannya” alias file.tar.gz .
Cara untuk menginstall program dengan file.tar.gz ini tidak semuanya persis sama, anda harus membaca petunjuk cara install yang disertakan dalam file.tar.gz tersebut. Sebelum anda mengisntall program baru dari file.tar.gz , maka anda harus memastikan terlebih dahulu bahwa anda telah mengisntall semua kernel standard dari Operating System Linux yang anda gunakan, biasanya kernel ini sudah diikut sertakan dalam CD paket Linux tapi ada juga yang harus download dulu lewat fasilitas “repositories”.
Contoh : Saya memakai OpenSuse10.2 maka yang saya lakukan untuk menginstall kernel tersebut adalah, saya masuk ke Panel Menu lalu pilih “Aplications” , kemudian pilih “System” lalu “Configuration”, setelah itu klik “Install Software” lalu ketikkan : “kernel” di search box lalu “enter”. Pilihlah program yang akan di install tersebut dengan cara memberi cawang pada bagian”gcc”, “kernel-default” dan “kernel-source”. Jika ada “linux-kernel-headers” maka berilah tanda cawang juga pada pilihan ini, setelah itu klik “install” dan ikuti petunjuk selanjutnya. Jika kernel linux anda belum lengkap maka anda akan mendapatkan pesan error jika anda melakukan install program baru dengan file.tar.gz :
Setelah anda mendownload file.tar.gz maka anda harus mengekstarknya terlebih dahulu dengan sofware extractor seperti Ark (untuk OpenSuse 10.2) atau yang lainnya sesuai dengan Distro Linux yang anda pakai. Biasanya dengan melakukan double klik di nama file tersebut maka akan langsung membawa anda untuk menuju ke pilihan ekstrak file.tar.gz dengan menggunakan software extractor yang ada di system Linux anda . Hasilnya akan berupa sebuah file folder dengan nama sesuai dengan nama file.tar.gz. Lihatlah petunjuk detailnya di bagian file yang bernama install.txt .
Buka terminal konsole, lalu masuklah ke file direktori hasil dari ekstrakan tadi dengan menggunakan perintah:
cd namadirektori
Jika di dalam file forder tersebut tidak ada “Makefile” maka biasanya anda harus menuliskan perintah configure terlebih dahulu:
.
/configure
Jika “Makefile” sudah ada dalam file folder tersebut maka anda tinggal menuliskan perintah :
make
make install
Nah…. sekarang software aplikasi baru telah terinstall di system Linux anda .
Selamat Mencoba

Apa itu manajer paket?
Untuk menambah atau menghapus aplikasi di Ubuntu, Anda perlu menggunakan package manager. Ini adalah program untuk menginstal dan meng-uninstall perangkat lunak, dan mencari komponen yang dibutuhkan oleh setiap perangkat lunak. Ada tiga buah manajer paket utama yang dapat Anda gunakan di Ubuntu:
• Add/Remove Programs – Cara mudah untuk menginstal dan meng-uninstall program.
• Synaptic – Pengendali dari perangkat lunak dan komponen sistem tingkat lanjut.
• Apt – Untuk Anda yang lebih suka menggunakan Terminal.

Aplikasi diatas tidak dapat digunakan secara bersamaan. Silakan tutup terlebih dahulu dan buka salah satu saja. Anda memerlukan hak akses administratif untuk menggunakan program-program tersebut.
Tambah/Hapus Aplikasi
Dengan aplikasi Add/Remove… dalam menu Applications, Anda dapat menginstal program baru di Ubuntu. Anda juga dapat menghapus program yang tidak diinginkan. Dan diperlukan hak akses administratif untuk menggunakan Add/Remove Programs.
Jika Anda mengetahui nama program yang ingin Anda instal, masukkan ke dalam ruas Search. Sebaliknya, silakan pilih katergori perangkat lunak yang ada disebelah kiri. Program yang sudah diinstal akan terlihat tanda cek pada bagian setelah nama. Uncheck program jika Anda ingin menghapus program itu dari komputer.
Ketika Anda mengeklik Apply atau OK, setiap perangkat lunak baru akan di-download dari Internet, dan Ubuntu akan melakukan perubahan. Jika Anda tidak mengaktifkan arsip paket online, maka Anda akan ditanyakan agar memasukkan CD Ubuntu untuk menginstal beberapa paket.
Beberapa perangkat lunak tidak dapat diinstal atau dihapus menggunakan Add/Remove Applications. Jika tidak dapat menemukan paket yang Anda cari, klik Advanced untuk membuka Synaptic.


Synaptic Package Manager
Synaptic adalah aplikasi manajemen paket tingkat lanjut yang dapat menginstal dan menghapus setiap paket yang tersedia untuk sistem Anda. Memakai antarmuka berbasis grafik seperti Application>Add/Remove Applications
Untuk meluncurkan Synaptic, dari menu System pilih Administration->Synaptic Package Manager. Anda memerlukan hak akses administratif untuk menggunakan Synaptic.
Jika Anda sudah tahu nama paket yang ingin diinstal atau dihapus, klik tombol Search, dan masukkan nama paket. Anda dapat juga mencari paket melalui deskripsi paket tersebut (sebagai contoh, Anda dapat menemukan seluruh paket yang mengandung kata “arcade” atau “mathematics”). Gunakan kategori dibagian kiri untuk menyaring daftar paket. Untuk kembali ke daftar kategori selesah melakukan pencarian, klik Sections.
Untuk menginstal paket, klik kotak disebalahnya dan pilih Mark for installation. Jika berubah pikiran, pilih Unmark. Untuk menghapus paket yang sudah diinstal, pilih Mark for Removal. Jika Anda telah selesai, klik Apply dan Ubuntu akan melakukan perubahan. Jika Anda tidak ingin membuat perubahan apapun, cukup tutup jendela saja.


Manajemen Paket Melalui Baris Perintah Dengan APT
Jika Anda sudah nyaman menggunakan Terminal, Anda dapat menggunakan apt (Advanced Packaging Tool) untuk menginstal dan menghapus perangkat lunak. Anda memerlukan hak akses administratif untuk menggunakan apt.
• Untuk meng-update daftar paket, ketik dalam terminal: sudo apt-get update
• Untuk menginstal seluruh update yang tersedia: sudo apt-get upgrade
• Untuk menginstal paket: sudo apt-get install paket
• Untuk menghapus paket: sudo apt-get remove paket
• Untuk melihat daftar perintah dan opsi apt: apt-get help
Untuk informasi lebih lanjut, lihat Debian’s apt manual [http://www.debian.org/doc/user-manuals#apt-howto].

Menginstal Suatu Berkas Paket
Metode yang biasa dipakai untuk menginstal program adalah melalui manajer paket yang akan dijelaskan dalam bab ini. Tetapi, walaupun arsip paket Ubuntu sangat besar, sangat memungkinkan jika Anda ingin menginstal paket yang tidak tersedia dalam arsip Ubuntu. Jika ini terjadi, Anda dapat juga men-download dan menginstal berkas dari situs web lain.
Sangat penting untuk memastikan bahwa setiap berkas yang Anda download berasal dari sumber yang aman sebelum Anda menginstalnya. Ada banyak berbagai jenis berkas paket di Linux. Kebanyakan berhubungan dengan manajer paket untuk distribusi Linux tertentu. Contohnya adalah berkas Paket Debian (berkas .deb), berkas RPM Package Manager (berkas .rpm), dan Tarballs (berkas .tar.)
Instal/uninstal berkas .deb
Berkas .deb adalah paket Debian. Berkas paket yang berhubungan dengan Ubuntu mempunyai akhiran .deb karena Ubuntu mempunyai hubungan erat dengan distribusi Debian GNU/Linux. Anda membutuhkan hak akses administratif untuk menginstal berkas .deb
Untuk menginstal berkas .deb, klik dua kali di berkas. Jika Anda ingin menggunakan Terminal, ketik: sudo dpkg -i package_file.deb
Untuk meng-uninstall berkas .deb, jangan pilih paket tersebut dari manajer paket. Atau dari Terminal, masukkan: sudo dpkg -r package_name
Konversi berkas .rpm ke berkas .deb
Jenis lain dari berkas paket adalah berkas Red Hat Package Manager yang mempunyai akhiran .rpm. Tidak direkomendasikan untuk menginstal berkas ini pada sistem Ubuntu. Hampir banyak aplikasi yang sudah tersedia paket .deb Ubuntu. Akan tetapi, jika benar-benar memerlukannya, berkas .rpm dapat dikonversi ke paket .deb dengan menggunakan program alien.
Dalam terminal, ketik: sudo alien package_file.rpm
Jika Anda mendapatkan error “command not found” atau yang lain, silakan instal alien sebelum mencoba lagi: sudo apt-get install alien

Instal tarballs
Berkas dengan akhiran .tar.gz atau .tar.bz2 adalah berkas paket yang dikenal sebagai tarballs dan banyak digunakan dalam Linux dan Unix. Jika tidak tersedia paket untuk Ubuntu di semua repositori Ubuntu, Anda dapat menggunakan baris perintah untuk menginstal dan meng-uninstal berkas Tarball dengan mengikuti instruksi yang ada di dalam paket.
Tarball sering mengandung source code dari program, dan harus di-compile terlebih dahulu untuk dapat digunakan. Untuk melakukan hal ini, Anda perlu menginstal perangkat lunak tambahan
Repositori Perangkat Lunak

Ada ribuan program yang tersedia untuk diinstal pada Ubuntu. Program ini disimpan dalam arsip perangkat lunak (repositories) dan tersedia bebas untuk instalasi melalui Internet. Hal ini mempermudah untuk menginstal program baru dalam Linux, dan juga sangat aman, karena setiap program yang Anda instal dibangun khusus untuk Ubuntu dan diperiksa sebelum program tersebut diinstal. Untuk mengorganisir perangkat lunak, repositori Ubuntu dikelompokkan ke dalam empat grup: Main, Restricted, Universe, dan Multiverse.
Dasar pemikiran yang digunakan untuk menentukan perangkat lunak mana yang akan masuk kategori mana adalah berdasarkan dua faktor:
• Tingkat dukungan dari tim pengembangan perangkat lunak yang tersedia untuk suatu program.
• Apakah program tersebut sudah memenuhi Filosofi Perangkat Lunak Bebas
[http://www.ubuntu.com/ubuntu/philosophy].
Informasi lebih lanjut mengenai Repositori yang ada di situs Ubuntu:
[http://www.ubuntu.com/ubuntu/components].
CD Instal standar Ubuntu memuat beberapa perangkat lunak dari kategori Main dan Restricted. Bila sistem Anda terhubung dengan repositori online, akan lebih banyak program perangkat lunak yang tersedia untuk instalasi. Dengan menggunakan alat manajemen paket yang sudah terinstal dalam sistem, Anda dapat mencari, menginstal dan meng-update setiap bagian dari perangkat lunak langsung melalui Internet, tanpa membutuhkan CD lagi.

 

 

 
Leave a comment

Posted by on March 21, 2011 in Ubuntu

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: